Hits: 0

Ketua SR : Jika Terus Dikonsumsi, Dipong Akan Punah dari Bumi Sendawar

Mencegah kepunahan Ular Dipong, Komunitas Sendawar Reptile mengkampanyekan ‘Save Dipong’, Kamis 21/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK- KABARKUBAR.COM
Dari berbagai jenis ular yang ada di Kabupaten Kutai Barat, Ular Dipong memiliki keunikan tersendiri. Bentuk tubuhnya yang cenderung gempal, namun panjangnya hanya berkisar sekira 1 meter. Tidak berbisa dan sering ditemui di sekitar hutan, perkebunan sawit dan daerah lembab lainnya.

Ular Dipong termasuk famili Phytonidae, yakni Phyton Curtus Breittenstein. Ia memiliki banyak sebutan, seperti Ripung, Lepong, Puraca, Sanca Gendang. Merupakan ular endemik Kubar. Semakin bertambah usianya, maka besar badannya juga semakin membesar. Namun pertumbuhan badannya tidak sesuai dengan panjangnya.

Salah satu jenis Ular Dipong yang merupakan endemik Kabupaten Kutai Barat, Kamis 21/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

“Di Kubar, ular ini sering disebut Ular Sayur. Sebab, jika diketemukan akan berakhir jadi santapan. Karena untuk menangkapnya juga tidak terlalu sulit. Hal itu disebabkan selain tidak berbisa, ukuran badannya yang terhitung gempal, mengakibatkan ular ini sulit melakukan perlawanan,” sebut Ketua Komunitas Sendawar Reptile, Arya Artha kepada KabarKubar, Kamis 21/9/2017.

Pria yang merupakan warga Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok itu menuturkan, jika secara terus-menerus dikonsumsi, ular Dipong yang merupakan khas Kubar ini akan punah. Generasi mendatang hanya akan melihat fotonya atau mendengar cerita saja. Tanpa bisa melihatnya secara langsung. Ini pasti akan terjadi, jika image sebagai ular sayur ini tidak dihilangkan.

Ular Dipong memiliki beragam corak warna. Namun bentuk khasnya bertubuh gempal dan panjang hanya sekira 1 meter, Kamis 21/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Dalam rangka menjaga dari kepunahan itulah, Komunitas Sendawar Reptile dalam setiap momen kegiatannya, selalu mengkampanyekan ‘Save Dipong’ atau Selamatkan Ular Dipong. Baik dalam kegiatan Gathering (Acara Kumpul Bersama) di tempat yang ramai dikunjungi masyarakat, kunjungannya ke sekolah-sekolah serta kegiatan lainnya. Komunitas SR selalu memberikan edukasi dan mengajak masyarakat melindungi dan menjaga keaneka ragaman hayati khas Kubar.

“Jika bukan kita yang mau peduli, siapa lagi?. Apa Kita mau ular Dipong punah dan menjadi legenda untuk generasi mendatang. Mari kita bersama menjaga kelestariannya. Bila perlu dibuat Peraturan Daerah tentang perlindungan ular Dipong ini,” sebut Pria yang saat ini berusaha mendekatkan diri dengan anak Ular Dipong yang baru seminggu diketemukannya.


Humas Sendawar Reptile, Alvin Nurkholis yang selama ini menunjukkan kecintaannya pada jenis Iguana, kini juga mulai tertarik kepada jenis ular ini. Bersama rekan se-komunitasnya, seperti Pandi Ahmad, Andri Ramadani, Hariyadi Adi, Sofian, Agus dan Ryan Pratama dan Efni Sugiarto, mereka berkontribusi aktif menjaga kelestarian Dipong.

Komunitas Sendawar Reptile terdiri dari Ketua Arya Artha, Humas Alvin Nurkholis serta beranggotakan Pandi Ahmad, Andri Ramadani, Hariyadi Adi, Sofian, Agus, Ryan Pratama dan Efni Sugiarto. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Pria yang berdomisili di Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok itu mengungkapkan, berbagai faktor menyebabkan Ular Dipong populasinya semakin berkurang. Pembukaan hutan menjadi perkebunan, pertambangan, perumahan mengakibatkan habitat ular ini semakin tergusur. “Selain itu, ular ini sering dijadikan konsumsi serta kepentingan komersil lainnya,” terangnya.

Tanpa perlindungan dan pelestarian dari masyarakat Kubar khususnya, Komunitas SR menyakini akan menjadi awal proses kepunahan ular unik endemik kubar tersebut.

“Mungkin 5 tahun atau 10 tahun lagi, anak cucu kita tidak lagi mengenal ular eksotis asli Kutai Barat ini,” katanya miris. #Reyber Benhouser Simorangkir


Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here