Poros Muara Jawaq-Lotoq Butuh Perbaikan

Akses utama di Kecamatan Mook Manar Bulatn ini juga digunakan mengangkut hasil panen kelapa sawit dari perusahaan perkebunan PT Ketapang Hijau Lestari 2 di Kampung Abit.    ANDRY ANHAR/KABARKUBAR.COM

MANAR BULATN – Lebih dari 15 kilometer jalan Poros Kampung Muara Jawaq-Sakaq Lotoq di Kecamatan Mooq Manar Bulatn rusak parah. Khususnya di beberapa titik ruas jalan antara Kampung Gadur menuju Sakaq Lotoq. Akibatnya, akses utama menuju Kecamatan Melak atau ke perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menjadi terkendala.

“Saya setiap hari lewat sini (Sakaq Lotoq menuju Gadur), menuju kebun atau belanja. Setiap hari juga saya lihat mobil sama motor amblas atau hampir terbalik di sini. Tapi mau lewat mana lagi, cuman ini jalan yang bisa kami lewati ,” kata Jemadi (43), warga RT 01 Kampung Sakaq Lotoq.

Pengguna jalan Muara Jawaq-Sakaq Lotoq harus bekerjasama menolong kendaraan yang terjebak atau amblas di lumpur.    ANDRY ANHAR/KABARKUBAR.COM

Jemadi menjelaskan, jalan itu juga akses utama menuju Kantor Camat Mooq Manar Bulatn di Gunung Rampah. Sehingga sangat membutuhkan perhatian dari pihak terkait. Meski diakuinya, buruknya akses penghubung antar kampung itu bukan semata akibat cuaca atau musim penghujan. Namun sejumlah faktor penyebab rusaknya jalan yang juga menuju areal Perkebunan Kelapa Sawit milik PT Ketapang Hijau Lestari 2 di Kampung Abit. “Kalau cuaca kita tidak bisa salahkan, itu semua takdir dari TUHAN,” katanya di titik jalan yang terdapat mobil pengangkut sawit sedang amblas, Minggu 2/7/2017.



Menurutnya, masyarakat pengguna jalan tidak mempermasalahkan perusahaan sawit yang beroperasi menggunakan jalan tersebut. Sebab kehadiran perusahaan juga membantu perekonomian warga lokal, termasuk menyerap tenaga kerja. “Ada keluaga, tetangga, bahkan anak kami yang ikut kerja di sana. Tapi kami meminta tolong perusahaan membantu perbaikan jalan ini. Karena mereka juga menjual hasil panen menggunakan jalan ini,” singgung Jemadi.

Ditambahkan pengguna jalan lainnya, Amran (37),  di sejumlah titik yang rusak parah,  hampir tidak dapat dilewati.  Tidak jarang tampak kendaraan yang terjebak di kubangan lumpur. “Saya rencanya mau pergi ke rumah keluarga di Gadur, tapi malah belum sampai kemana-mana sudah amblas begini. ,Untung ada mobil orang yang lewat di sini, jadi bisa minta tolong. Padahal sudah pakai double gardan (4×4) tapi masih saja terjebak. Di sini kalau salah pilih, jadinya begini (terjebak dalam lumpur),” ungkap warga Kampung Lambing Kecamatan Muara Lawa ini.

Penulis : Andry Anhar
Editor  : Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here