Hits: 3

Belasan Truk Konvoi Setiap Malam Membuat Jalan dan Jembatan Makin Rusak

Petinggi Kampung Gemuruh, Heriyanto, menunjukkan Jembatan Sungai Gemuruh yang telah lima tahun belakangan rusah parah dan makin rawan dilintasi sejak truk-truk pengangkut sawit setiap hari berkonvoi melintasi jalan kampung. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MOOK MANAAR BULATN – KABARKUBAR.COM
Masyarakat Kampung Gemuruh di Kecamatan Mook Manaar Bulatn protes. Pasalnya, puluhan truk pengangkut buah kelapa sawit melintas setiap hari dari jalan perkampungan mereka. Tidak saja merusak jalan, jembatan yang kondisinya telah memprihatinkan juga makin parah. Akibatnya, warga melaporkannya ke Kepolisian Sektor Melak.
“Ya, kemarin kami lapor ke Polisi. Laporan kami diterima Pak Toni (Kapolsek Melak, AKP Toni Joko Purnomo),” kata Kepala Kampung atau Petinggi Gemuruh, Heriyanto pada Rabu, 8 April 2020 sore tadi.



Heriyanto mengungkapkan, Jembatan Sungai Gemuruh sudah lima tahun belakangan rusak. Tongkat penyangga jembatan telah miring, membuat lantai jembatan tampak miring di arah hulu jalur sungai. “Kami protes, karena jembatan sudah darurat. Tiga Tempor (tongkat) sudah  tercabut. Makanya makin parah karena ada konvoi truk sawit,” ujarnya.
Ia mengakui, warga Gemuruh berencana menutup akses jalan terhadap truk pengangkut sawit tersebut. Namun Kapolsek Melak menyarankan agar tidak melakukannya.  “Ini juga jalan poros, kasihan warga kampung lain kalau jalan dan jembatan rusak,” ungkap Rusmansyah seraya menambahkan, truk mengangkut sawit dari perusahaan perkebunan sawit PT Kedap Sayaaq Dua dan PT Ketapang Hijau Lestari.
Elia Maritinus memandang sedih saat truk-truk pengangkut sawit melintas di jalan tengah Kampung Gemuruh. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ditambahkan Elia Martinus, tetua Kampung Gemuruh, setiap hari puluhan truk melintas dalam setahun belakangan. Hal itu terjadi sejak truk-truk tersebut dilarang melintas dari Desa Pulau Pinang di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara. “Dulu mereka lewat Pulau Pinang, sekarang lewat sini dan Sakaq Tada,” katanya.
Menurut Ardan, seorang pemuda dari RT 1 Kampung Gemuruh, puluhan truk bermuatan sekitar lima sampai tujuh ton melintas setiap hari di jalan kampung. Sehingga membuat jalan semenisasi di kampung mereka terus menurun kualitasnya. Begitu juga dengan Jembatan Sungai Gemuruh yang makin memburuk kondisinya.

“Sekali konvoi bisa belasan truk sekali melintas. Sekitar jam 7 dan 8 malam, sering juga tengah malam sekitar jam 12, Jembatan makin miring,” ungkapnya.
Kapolsek Melak AKP Toni Joko Purnomo membenarkan adanya laporan warga Kampung Gemuruh. Hanya saja, ia menilai kurang tepat jika langsung dialamatkan ke Polisi. Menurut mantan Kapolsek Jempang ini, semua orang bisa lalu lalang di jalan umum. Kecuali berstatus jalan pribadi atau jalan perusahaan, siapapun tidak bisa dilarang melintas.
Tongkat Jembatan Sungai Gemuruh sudah tercabut di beberapa bagian sehingga membuat lantai jembatan miring dan rawan kecelakaan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Ini domain Dishub (Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Barat), bukan wewenang kami. Setahu saya, itu jalan yang jadi arus lalu lintas. Kalau mau tegas, ya nanti diurus Dishub dan Lantas (Satuan Lalu Lintas Polres Kubar),” katanya.
AKP Toni Joko Purnomo mengakui tidak berdiri di pihak manapun. Ia menyarankan warga Gemuruh berkoordinasi dengan Dishub dan Satlantas Polres Kubar. “Saya di pihak tengah. Semua boleh lewat. Saran saya bikin imbauan agar jembatan tidak dilintasi dulu. Tidak bisa juga melarang orang lewat,” ujar pria yang pernah menjabat Kapolsek Barong Tongkok ini.



Camat Mook Manaar Bulatn, Rusmansyah, berharap warga Kampung Gemuruh koordinasi lebih dulu dengan pihak kecamatan. Ia menyebut, sebaiknya pihak perusahaan membuat jalan sendiri. Namun demikian, jalan umum bisa digunakan sementara waktu. “Kita duduk diskusi dulu, tidak langsung ke aparat hukum,” ujarnya.
Ia menegaskan, perusahaan bisa memperbaiki jalan atau jembatan yang rusak tanpa diminta lebih dulu. “Saya sudah minta petinggi agar berkoordinasi dulu dengan kecamatan. Bagaimana juga, kita semua cari makan. Pengusaha truk angkutan sawit juga adalah warga seberang sini (Mook Manaar Bulatn). Jadi kita bisa cari jalan terbaiknya,” pungkas Rusmansyah. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here