Hits: 0

3 Politisi Sudah Berjuang Tuntaskan

Kondisi proyek pembangunan Jembatan Tering di RT 3 Kampung Linggang Jelemuq, Kecamatan Tering yang dijepret pada tahun 2015 lalu. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

TERING – KABARKUBAR.COM
Sudah 18 tahun, Proyek Pembangunan Jembatan Tering tidak juga rampung. Menelan dana senilai Rp 55.189.059.500, hanya empat pilar yang tampak. Jalan penghubung pun sudah kembali jadi semak belukar. Jembatan yang terletak di RT 3 Kampung Linggang Jelemuq, Kecamatan Tering itu pun dianggap hanya sebuah mimpi dan janji manis berbau politik.

“Sempat berapa kali ganti gubernur, jembatan Kecamatan Tering nggak jadi-jadi. Nasib saja lagi,  hanya tinggal janji-janji manis saja,” kata seorang warga Kabupaten Kutai Barat, yang disampaikan lewat komentar akun Yanuarius Ayu di media sosial Facebook pada Kamis, 23 April 2020 pada pukul 19.28 Wita.

“Pembangunan jembatan Mahakam di wilayah Tering hanya sebuah mimpi di siang bolong. Wakil yang duduk di kursi DPRD Kaltim mana perjuanganmu,” tulis akun Hepmi Aan, 41 menit sebelumnya di status yang sama.



Dari puluhan komentar, akun Apolinaris Hadjau menulis harapannya kepada Marthinus selaku Anggota DPRD Provinsi Kaltim dari Fraksi PDI Perjuangan. Agar dapat memperjuangkan pembangunan jembatan setelah wabah virus corona mereda. Ia berharap pembangunan Jembatan Tering tidak memakan waktu lama. Diakuinya keuntungan adanya jembatan sangat besar bagi seluruh masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan dua jembatan di Kabupaten Kutai Kartanegara oleh PT Agrabudi Karya Marga. Yakni di Jembatan Martadipura di Kota Bangun dan Jembatan Mahakam II di Loa Buah. Masing-masing jembatan dibangun hanya dalam waktu 1,5 tahun sudah selesai. “Jangan sampai pembangunan jembatan kita di Kubar paling lama penyelesaiannya,” sindirnya.

“Sempat dua kali jembatan Tenggarong jadi, Jembatan Tering nggak jadi-jadi,” celetuk akun Fransiskus Hibau.

Tiga Politisi, Marthinus, Veridiana Huraq Wang dan Ekti Imanuel, bertekad memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu lewat Gedung DPRD Kaltim. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menanggapinya, Marthinus yang pada periode kedua duduk sebagai Wakil Rakyat di Gedung Karang Paci (sebutan Kantor DPRD Kaltim), berterimakasih atas kritik masyarakat. Apapun itu, diakui sudah jadi tanggung jawab dia dan dua politisi lainnya di parlemen selaku perwakilan masyarakat Kubar dan Mahulu.

“Ayo kita sama mengecek, dan kalau saya lihat kronologis anggarannya periode 2009/2014. Pada kesempatan periode kedua ini saya masuk di Komisi 3, siap saya kroscek data dan laporan terakhir lapangannya,” tulisnya merespon keluhan warga di media sosial Facebook.

Ia berpesan, agar masyarakat jangan segan atau takut sedikitpun untuk menyampaikan kritik atas kinerjanya bersama dua rekannya, Ekti Imanuel dan Veridiana Huraq Wang. Sebagai Wakil Rakyat, mereka dipilih untuk berbuat bagi Kubar dan Mahulu.

“Setelah corona tuntas, saya janji akan bawa rombongan Komisi 3 untuk sidak (inspeksi mendadak ke lapangan. Terima kasih, semoga badai covid ini segera berlalu dan kita semua bisa tersenyum kembali,” tegas Marthinus.

Menurut Ekti Imanuel, ia telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kaltim. Faktanya, Jembatan Tering sudah diambil alih oleh pemerintah provinsi. Persoalan lain, semua anggaran pemerintah daerah termasuk kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dipotong 50 persen.

“Saya memperjuangkan agar bisa masuk di tahun anggaran 2021 dan seterusnya. Tapi apa daya, Covid 19 (virus corona) jadi masalah sekarang,” kata pria yang duduk di Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kaltim, yang meliputi Pekerjaan Umum, Perencanaan Pembangunan, Perhubungan, Pertambangan dan Energi, Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Kondisi terkini Jembatan Tering yang dijepret warga Kubar pada April 2020. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya ini menjelaskan, ia menerima informasi ada persoalan pembebasan lahan yang tidak selesai. Konon katanya, saat pembangunan dimulai pada masa Rama Alexander Asia menjabat Bupati Kubar, proses pembebasan lahan dengan cara hibah.

Namun seiring berjalan waktu, masyarakat selaku pemilik lahan meminta ganti rugi. “Kita banyak berdoa saja, supaya virus corona ini cepat selesai atau berlalu. Sehingga ekonomi Indonesia dan dunia cepat pulih dan stabil kembali,” pesan Ekti Imanuel.

Jauh sebelumnya, Veridiana Huraq Wang mengaku turut mempertanyakan pembangunan Jembatan Tering. Ia menyebut, di tahun 2015 juga telah dialokasikan lagi dana untuk pembangunan jembatan tersebut oleh Pemprov Kaltim. Lewat Dinas PUPR Kaltim senilai Rp20,1 miliar. Ia berharap jembatan itu bisa segera dimanfaatkan warga sekitar untuk membuka akses jalan di Tering dan Mahulu. “Kenyataannya, ada empat pilar jembatan yang terlihat mandeg di lokasi proyek,” tukasnya.



Veridiana yang kini menjabat Ketua Komisi II DPRD Kaltim, menyebut proyek Jembatan Tering dialokasikan dari dana APBD Kaltim sejak tahun 2009. Namun pada masa Gubernur Suwarna AF mulai dianggarkan tahun 2005 lalu, dengan alokasi dana Rp 150 miliar. “Tapi sampai sekarang, belum juga ‎tuntas. Banyak warga bertanya kapan jembatan itu selesai,” kata Politisi PDI Perjuangan yang juga berasal dari Kampung Tering Lama.

Diberitakan KabarKubar sebelumnya, pembangunan Jembatan Tering telah dimulai sejak tahun 2002. Didanai selama tujuh tahun anggaran, yakni 2002, 2003, 2006, 2008, 2009, 2010 dan 2015. Selama lima tahun anggaran pertama, proyek dilaksanakan dan diawasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Barat. Melalui Bantuan Keuangan Provinsi Kalimantan Timur, tahun anggaran 2010 dan 2015 dikerjakan dan diawasi Dinas PU Kaltim.

Kepala Kampung atau Petinggi Linggang Jelemuq, Alexander Yakob, mengakui bukan warganya saja yang berharap jembatan tersebut rampung. “Kampung sekeliling sini mau itu selesai. Karena akan jadi jalur ekonomi, juga untuk perkembangan kampung,” ujarnya saat ditemui di Kantor Petinggi Linggang Jelemuq pada Kamis, 23 April 2020. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here