Hits: 0

Akan Disampaikan Kepada Menteri Lingkungan Hidup Setelah Disetujui Bupati

Penyusunan Dokumen Study Kelayakan Analisis Bimbingan Tahura, di Lantai III Kantor Bupati Kubar, Rabu 21/11/2018, diikuti lintas instansi terkait. ANDRY ANHAR/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Tiga kampung ditetapkan sebagai lokasi yang akan dijadikan Kawasan Taman Hutan Rakyat atau Tahura di Kabupaten Kutai Barat. Pilihan itu diungkapkan saat Persentasi Akhir Kegiatan Penyusunan Dokumen Study Kelayakan Analisis Bimbingan Tahura, di Lantai III Kantor Bupati Kubar, Rabu 21/11/2018.

Menurut Konsultan atau Tim Penilai dari Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tiga kampung tersebut dinilai memenuhi syarat dibentuknya Tahura di Kubar. “Yakni Kampung Penarung, Kampung Sekolaq Darat dan Kampung Tutung,” ungkap Profesor Dr Fajar Pambudi, anggota Tim Penilai Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda.



Dijelaskannya, ketiga kampung mendapat poin atas penilaian. Dan ditempatkan dalam sistem ranking. Nilai terbaik adalah Kampung Penarung di Kecamatan Bentian Besar yang menjadi Rangking 1. Dengan Kawasan Hutan Adat yang dimiliki. Lalu Ranking 2 diperoleh Kampung Sekolaq Darat di Kecamatan Sekolaq Darat, yang terdapat Kawasan Cagar Alam Kersik Luway. Rangking 3 adalah Kampung Tutung di Kecamatan Linggang Bigung, dengan Hutan Lindung Kelian Lestari.

Dikatakannya, kawasan di Kampung Penarung banyak terdapat pohon Ulin berukuran besar. Yang tidak ada di tempat lain, dan kawasan itu dijaga masyarakatnya. Sedangkan di Kampung Tutung, hutannya seperti percontohan Dipterokarpa dataran rendah. Sebab kondisi hutannya tidak terganggu sama sekali.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kubar, Abimael. ANDRY ANHAR/KABARKUBAR.COM

“Sementara di Kampung Sekolaq Darat sudah jelas merupakan kawasan Cagar Alam Kersik Luway yang memiliki beragam tanaman anggerek. Salah satu yang terkenal, Anggrek Hitam,” ungkap Prof Fajar Pambudi.

Ia menambahkan, penetapan kampung yang layak dijadikan kawasan Tahura ini ada kriterianya. Antara lain, memiliki ciri khas sebagai syarat utama. Dan merupakan kawasan pelestarian alam yang ditujukan sebagai wadah koleksi tumbuhan dan satwa alami atau bukan alami. Termasuk jenis asli atau bukan asli. Yang dimanfaatkan bagi kepentingan umum dengan tujuan penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kubar, Abimael mengatakan, satu kawasan akan dipilih untuk diminta persetujuan Bupati Kubar melalui telaahan. Setelah disetujui, rencana pengelolaannya disusun, dan dibuat penetapan. “Penetapan itu kita usulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup supaya ditetapkan sebagai Tahura,” katanya.



Lebih lanjut Abimael mengatakan, penetapan kawasan Tahura di Kubar didasari mekanisme yang telah dijalankan selama ini. Dan ditargetkan terealisasi pada akhir tahun 2019. Hal itu terungkap dalam Presentasi Akhir Kegiatan Penyusunan Dokumen Study Kelayakan Analisis Bimbingan Tahura, di Lantai III Kantor Bupati Kubar, Rabu 21/11/2018.

Prensentasi itu dihadiri perwakilan OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Hadir pula Badan Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kaltim, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produktif Batu Ayau Kehutanan Kubar. Tidak ketinggalan lima pemerintah kecamatan. Yakni Barong Tongkok, Damai, Bentian Besar, Linggang Bigung dan Sekolaq Darat. #Andry Anhar/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here