Hits: 27

1 Mobil PMK Jatuh ke Jurang

Kebakaran di Kampung Damai Kota membuat 195 jiwa kehilangan tempat tinggal. MAWAN/KABARKUBAR.COM

DAMAI – KABARKUBAR.COM

Musibah tak bisa dicegah, petaka tak bisa diterka. Seperti yang dialami warga RT 3 dan 4 di Jalan Mamahit Kampung Damai Kota, Kecamatan Damai pada Rabu, 23 Agustus 2006. Si Jago Merah melalap ludes 43 unit rumah yang mengakibatkan 57 kepala keluarga atau 195 jiwa kehilangan tempat tinggal serta perabotnya.

Sedikitnya tiga unit mobil Pemadam Kebakaran atau PMK milik Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Dinas Kehutanan Kubar diterjunkan ke lokasi kebakaran. Api yang berkobar sejak sekitar pukul 18.30 Wita itu berhasil dipadamkan tiga jam kemudian.

Gara-gara hendak cepat melakukan pertolongan ke lokasi kebakaran, satu unit mobil PMK terjerembab  ke jurang. Padahal tidak seberapa jauh lagi dari lokasi Kebakaran. Beruntung semua petugas PMK termasuk supirnya, selamat.

Menurut Camat Damai, Yan Nasir, kerugian yang dialami warga terkena musibah kebakaran tersebut mencapai  Rp5 miliar. Besarnya kerugian itu dikarenakan hampir semua rumah yang terbakar adalah toko sembako, bangunan, elektronik dan peralatan rumah tangga. Bahkan bengkel dan penginapan. “Tidak ada korban jiwa akibat dari kebakaran ini,” jelasnya.

Kapolsek Damai, AKP Hasimudin mengatakan, api diduga berasal dari kediaman H Tondong yang malam itu bertepatan mendapat giliran pemadaman aliran listrik di Damai.

Informasi sementara, H Tombong meninggalkan lampu tembok yang tengah menyala di rumahnya dan menuju langgar untuk salat magrib. “Sepeninggalnya itulah api langsung membesar,” kata AKP Hasimudin.

AKP Hasimudin menjelaskan, karena semua bangunan yang ada di sana berbahan kayu, sehingga api begitu cepat membesar. Ditambah lagi ada beberapa tabung milik warga yang meledak, hingga menambah kobaran api.

Warga telah berusaha keras menyelamatkan barang berharga, namun kobaran api terus membesar ditambah terpaan angin yang lumayan kencang. Hingga menyulitkan upaya pemadaman. Akibatnya, sebagian saja yang sempat menyelamatakan barang-barang berharganya.

Seperti mesin motor dan fotocopy, serta selain pakaian di badan habis ludes. “Kebakaran yang pertama dan terbesar ini benar-benar telah membuat warga sangat terpukul,” ungkap Kapolsek Damai.

Di lokasi kebakaran sudah dibangunkan tiga tenda besar milik Pemkab Kubar. Dua tenda di lokasi kebakaran, dan satu unit di samping Balai Pertemuan Umum. Namun sampai berita ini diturunkan, korban kebakaran lebih memilih tinggal di rumah keluarganya. Sehingga ke tiga tenda yang telah disiapkan tersebut tidak digunakan. Para korban hanya meminta jatah bantuan dari pemerintah berupa sembako, seragam sekolah dan selimut.

Disinggung adanya informasi salah seorang warga bernama Tarto yang belum ditemukan sejak kebakaran, dibantah AKP Hasimudin. Terlebih informasi itu disampaikan Camat Damai, Yan Nasir kepada Bupati Kubar, Ismail Thomas saat tatap muka dengan korban kebakaran di BPU Damai.

“Itu semua tidak benar. Baik hilang maupun terbakar sama sekali tidak ada. Buktinya hingga  kini di Polsek Damai belum ada laporan mengenai kehilangan orang. Kecuali, ada tiga warga yang datang ke Mapolsek Damai meminta surat keterangan terbakarnya STNK dan Ijazah,” ujarnya. #Mawan

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here