Hits: 13

Richa Terjatuh di Debut Pertama

Yogi Crista Wijaya, pembalap Kubar yang berprestasi di Kejuaraan Nasional Balap Motor Region IV Seri VI 2005 ini bersiap menerima hadiah. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kutai Barat kembali dipercaya menggelar ajang bergengsi, yakni Kejuaraan Nasional Balap Motor Region IV Seri VI 2005. Ajang ini digelar pada 17-18 September 2005 di Sirkuit Non Permanen Komplek perkantoran Pemerintah Kutai Barat. Sebanyak 78 pembalap dari Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan kualitas masing-masing melalui sembilan kelas yang diperlombakan panitia pelaksana.



Rudi S Salim, Jerry Padang setiawan, Reza Damang, Hendro Rusmono, Ainur Fajri, Benny Bungai Novendi dan Nuzul Rahman tercatat sebagai peserta di Road Race kali ini. Mereka adalah pembalap-pembalap kawakan Kaltim. Sedangkan para pembalap terbaik Kalsel, ada Fakhrurozi, Iroel K, Shandi Ramadhani dan HM Rihan’s Variza.

Mereka ambil bagian memperebutkan Piala Bupati Kutai Barat Ir Rama A Asia , yang ke II. Dua unit sepeda motor Kawasaki disiapkan sebagai hadiah untuk Juara Umum.

Para Racer langsung menggeber habis motor mereka di trek berjarak 1.800 meter dengan empat tikungan tajam sebagai rintangan. Pembalap tuan rumah, Yogi Crista Wijaya, memberikan satu tontonan yang sangat menarik.  Ia baru saja menjuarai Kejurda Road Race Bupati Kutai Timur (Mahyudin) Cup I di Sangatta tahun 2005.

Penonton dipungut bayaran tiket masuk Rp 20 ribu untuk bisa menyaksikan para pembalap beraksi memacu motor yang sudah dipersiapkan dengan baik oleh para mekanik andalan.

Rain Doni, Dodiek Gunawan, Heru Tegsa, Wincensius Aseng dan Absar juga menunjukkan permainan yang apik sebagai tuan rumah. Patut diacungi jempol saat mereka melaju dan menyalip pembalap-pembalap dari luar daerah yang sudah sering naik panggung untuk menerima hadiah sebagai juara.

Richa Fransischa, satu-satunya pembalap perempuan yang pernah dimiliki Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Richa Fransischa R, satu-satunya pembalap wanita di kejuaraan ini cukup membuat kejutan bagi para pembalap dan penonton. Sayangnya pada saat warming up, terjatuh dan mendapat masalah dengan engine motornya. Sehingga tidak mampu melanjutkan perlombaan.

Ketika ditemui Ekstrem, Richa yang masih sekolah di SMP Katholik WR Supratman, Barong Tongkok ini mengungkapkan kekecewaannya atas insiden tersebut. Karena ini adalah debut awalnya dalam dunia kebut-kebutan. “Saya nggak tahu ada apa dengan mesin motor, padahal saya sudah ingin sekali menjajal kemampuan,” ungkap remaja yang mengaku belum punya pacar ini.

Kejuaraan Nasional Balap Motor Region IV Seri VI 2005 diikuti pembalap kawakan dari Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Para juri yang didatangkan dari pengurus Ikatan Motor Indonesia Pusat membuktikan ajang ini sebagai ajang yang bergengsi. Juga sebagai penentu siapa pembalap yang akan mewakili Pulau Kalimantan pada Kejurnas Balap Motor di Sentul, Jawa Barat akhir tahun ini.

Hari ke dua yang menyajikan 14 race seperti bagaimana hari pertama, membuat para penonton tegang. Saat menyaksikan aksi saling mendahului yang dipertontonkan para pembalap tuan rumah maupun dari luar daerah.

Seperti Pasir Penajam Utara yang menurunkan dua pembalapnya, Bulungan 4, Balikpapan 5, Kutai Kertanegara 7, Samarinda 16,  serta Nunukan dan Bontang dengan masing-masing satu pembalap. Sedangkan Kalsel hanya dapat turun dengan enam pembalap dan Kutai Barat sebagai tuan rumah menurunkan 36 ‘pendekar-pendekar jalanan’ nya.

“Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berhalangan hadir, karena faktor jarak yang sangat jauh dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Serta beberapa pembalap mereka sudah memiliki poin yang cukup untuk tampil di Sentul,” ujar Agus, Race Scorring saat dihubungi berkaitan tidak hadirnya pembalap dari Kalteng dan Kalbar di turnamen bergengsi ini.



Pembalap-pembalap Kaltim mendominasi di tiap kelas diperlombakan. Menyingkirkan tim Kalsel yang rata-rata memiliki persiapan yang cukup mapan dalam hal manajemen tim. Tim H Rihan’s Variza Racing Team (HRVRT) dari Binuang, Kalsel, yang mengikuti beberapa kelas yang diperlombakan disebut terkuat dalam pendanaan. Namun, meski dengan tim yang lengkap, tidak juga mampu berbicara banyak. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here