Kepala Sekolah Hanya Plt, SK Honorer SMAN 1 Long Apari Tertunda

0
237

Kadisdikbud Provinsi Kaltim Langsung Merespon

Untuk menghemat keuangan, para guru di SMAN 1 Long Apari kerap memasak dan bersantap siang bersama, sekaligus menjadi cara mempererat hubungan emosional sesama tenaga pendidik. REVANDI/KABARKUBAR.COM

LONG APARI – KABARKUBAR.COM

Hanya menyandang status Pelaksana Tugas Kapala SMA Negeri 1 Long Apari, Oliva Luaq tidak bisa berbuat melampaui wewenang. Salah satunya terkait tiga pegawai yang berstatus Honor Sekolah berlokasi di Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari tersebut.

Oliva mengatakan, ada 12 guru berstatus Aparatur Sipil Negara atau ASN dan 13 Pegawai Tidak Tetap atau PTT. Tiga lagi guru dan tenaga administrasi berstatus honor yang sejak tahun 2020 tergantung SK atau Surat Keputusan penetapan statusnya.

“Kasihan status mereka. Saya tidak berani menerbitkan SK Honor Sekolah, karena saya masih Plt. Honor Sekolah Rp1,2 juta perbulan tiap orang,” jelasnya di ruang kerja pada Selasa, Maret 2022.

Ia menegaskan, para guru tetap menuntut adanya kepala sekolah definitif. Sehingga kebijakan-kebijakan tidak terhambat oleh prosedur atas kewenangan seorang kepala sekolah.

“Kapan kami punya kepala sekolah, agar ada yang mengayomi. Agar bisa juga membuat SK Honor Sekolah,” kata Oliva yang adalah tamatan SMA Surya Mandala di Barong Tongkok, dan kemudian lulus dari Jurusan Ilmu Pendidikan Agama Katolik Universitas Santa Dharma di tahun 2011.

Lewat telepon, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi, langsung merespon. “Sabar ya, tunggu sebulan lagi. Siapapun orangnya, mohon diterima. Kalau ada yang mampu dan layak di situ, bisa kita angkat jadi kepala sekolah,” katanya.

Soal Honor Sekolah, Anwar Sanusi juga langsung menanggapi. “Berapa honorer yang ada? Segera usulkan untuk jadi Honor Provinsi.”

Untuk fasilitas atau sarana belajar mengajar di sekolahnya, Oliva mengaku masih sangat terbatas. Meskipun ruang guru, kantor dan tata usaha masih terpisah sejauh 50 meter. Mestinya ada ruang bersama atau berdekatan.

Pelaksana Tugas Kepala SMAN 1 Long Apari, Oliva Luaq. REVANDI/KABARKUBAR.COM

Laboratorium IPA dan Komputer diakui sudah ada. Namun sejumlah item sangat dibutuhkan. Salah satunya adalah Laboratorium Bahasa. Sebagai guru, berpikir bagaimana mengembangkan potensi anak-anak didik

“Banyak minat murid soal bahasa. Kalau memungkinkan ke depan, anak punya peluang sama, butuh lab bahasa. Lulus dari sini, bisa punya pilihan jurusan ke perguruan tinggi. Lab bahasa bisa bantu anak berkembang, juga guru,” imbuh Rukdianti Aslinda Asnur, yang menangani mata pelajaran ekonomi.

Rukdianti menjelaskan, kreatifitas anak sangat bagus di bidang seni budaya. Ia berharap Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kaltim membangun gazebo untuk mengembangkan kreatiftas anak didik di SMAN 1 Long Apari.

Hal lainnya, guru asal Makassar ini ingin ada ruang khusus untuk kembangkan bidang fashion. Tujuannya, sebagai salah satu antisipasi kegiatan tidak baik di luar sekolah.

“Dari pada anak-anak salah arah karena kurangnya kegiatan positif di sekolah. Kita mau buat bermacam kegiatan untuk menyibukkan anak-anak dengan hal positif,” ujarnya.

Soal literasi, juga menjadi perhatian serius. “Sempat dapat sumbangan dua kotak buku, dan kami akan sangat senang jika dapat bantuan dari pihak manapun untuk kembangkan literasi,” kata Rukdianti. #Revandi

 

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here