Hits: 3

Syaharie Jaang: “Jangan Hanya Anak Pejabat Dapat Beasiswa”

Syaharie Jaang bersama Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, KH Arief Heri Setyawan dan para santri, Sabtu 10/2/2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Ratusan remaja yang menjadi pelajar dan santri di Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, diminta menjadi anak-anak yang cerdas. Selain memiliki etika moral yang baik, mereka diharap menjadi anak-anak yang soleh dan soleha, serta berbakti pada orangtua juga nusa dan bangsa. Jauh dari perpecahan oleh karena hal apapun.

“Jangan sampai anak pintar, tapi justru menghancurkan bangsa. Tapi harus memilki semangat Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ujar Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, di Ponpes yang terletak di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Simpang Raya Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu 10/2/2018 pagi.

Jaang mengaku sejak 15 tahun lalu intens menjalin komunikasi dengan Pengasuh Ponpes Assalam Arya Kemuning, KH Arief Heri Setyawan. Itu sebabnya sejak lama telah turut memberi perhatian perkembangan Ponpes pertama di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu tersebut.

Syaharie Jaang meminta para santri menjadi anak yang berbakti pada orangtua, serta nusa dan bangsa, dengan memiliki semangat Pancasila dan NKRI. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menurutnya, Ponpes turut membantu pemerintah melalui pendidikan bidang keagamaan. Sehingga dapat membentengi anak dari kehancuran. Sebab di jaman sekarang, anak rentan terkontaminasi hal-hal negatif. Salah satunya suguhan berita kriminal, atau film-film menampilkan kekerasan. “Etika moral harus tertanam dengan baik, agar menjadi generasi cemerlang menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka,” kata Jaang yang berkunjung bersama Kepala Bidang Bimbingan Kristen Kantor Perwakilan Kementerian Agama Provinsi Kaltim, DR Melky.

Sementara KH Arief Heri Setyawan mengatakan, Ponpes Assalam Arya Kemuning sudah berdiri sejak tahun 1992. Hingga saat ini telah mengislamkan lebih 1.000 orang lokal Kubar hingga Mahulu. Ponpes tidak hanya melakukan dakwah agama, tapi juga dakwah di bidang ekonomi dan sosial. “Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah bantuan biaya pendidikan para santri, atau beasiswa,” jelasnya.

“Kami kerja keras, kerja iklas dan kerja cerdas. Kami semua butuh beasiswa agar cerdasnya lebih bersinar bagaikan matahari. Agar kelak saat meluncur ke masyarakat dapat terlihat bercahaya,” lontar Alfan Jauhar, salah seorang santri.

Menanggapinya, Syaharie Jaang menyebut telah merancang program beasiswa. Menjadi kandidat Gubernur Kaltim periode 2018-2023, ia mencanangkan beasiswa berbasis desa, kampung dan kecamatan. “Agar bisa merata dan ada perwakilan penerima beasiswa dari setiap kecamatan, bahkan desa atau kampung,” ungkapnya.

Tidak hanya beasiswa dari daerah, Jaang juga menyebut ada bantuan antar pesantren se-Indonesia. Khusus beasiswa tersebut, ia menegaskan harus diawasi agar adil. “Jangan nanti hanya anak pejabat yang dapat beasiswa,” kata Jaang yang juga didampingi Yahya Anja, Anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan Kukar, Kubar dan Mahulu. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here