Hits: 50

Isolasi Mandiri dan Banyak Mendapat Simpati

Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu bersama Yonavia Sahadi, menyerahkan paket sembako, susu dan kue untuk Vino yang diterima oleh pamannya, Margono. DEDHY A/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat mengunjungi Alviano Dava Raharjo alias Vino di Kampung Linggang Purworejo, Kecamatan Tering. Vino adalah bocah berusia 10 tahun yang kini hidup sebatang kara. Kedua orang tuanya meninggal akibat terpapar Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Dari jarak lebih dari 3 meter, Ketua TP PKK Kubar Yayuk Seri Rahayu, menunjukkan buku tabungan Bank Kaltimtara atas nama Alviano Dava Raharjo kepada Vino. “Cepat sehat ya nak Vino, ini ada buku tabunganmu,” ujarnya dari teras rumah yang berlokasi di RT 4 Kampung Linggang Purworejo pada Jumat, 23 Juli 2021.

Selain tabungan dengan sejumlah uang di dalamnya, TP PKK Kubar juga menyerahkan paket bantuan berupa sembako, susu dan kue. Bantuan itu diterima oleh Margono, paman Vino yang kini sebagai orang tua pengganti.

Menurut Yayuk Seri Rahayu, kunjungan bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD tersebut merupakan bentuk kepedulian atas kondisi hidup dihadapi Vino. Ia berharap, Vino segera pulih dan dapat menyelesaikan masa isolasi mandirinya. “Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban adek Vino,” ucapnya.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional atau HAN yang jatuh pada hari ini, Yayuk Seri Rahayu  juga berterimakasih kepada semua pihak. Sebab telah memberikan bantuan dan dukungan moril kepada Vino.

“Mari kita semua, seluruh lapisan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Terutama masker, tetap harus dipakai jika beraktivitas di luar rumah,” pesannya dalam kesempatan yang didampingi Yonavia Sahadi.

Yayuk Seri Rahayu menunjukkan kepada Vino sebuah buku tabungan Bank Kaltimtara atas nama Alviano Dava Raharjo. DEDHY A/KABARKUBAR.COM

Penyerahan bantuan itu juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kubar, dr Ritawati Sinaga dan sejumlah aktivis dari berbagai komunitas yang menunjukkan simpati dengan donasi.

Ramai diberitakan media lokal dan nasional, Vino yang harus kehilangan ayahnya Kino Raharjo (30) dan ibunya Lina Safitri (31) akibat terpapar Covid-19. Ayahnya lebih dulu dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu, 10 Juli 2021. Dua hari kemudian, ibunya juga dinyatakan positif.

Dalam isolasi mandiri, kondisi ibunya terus melemah dan mengalami sesak napas. Kebetulan ibunya ada penyakit asma dan saat sedang mengandung usia 6 bulan. Sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar pada Minggu, 18 Juli 2021.

Ayah Vino akhirnya ikut mendampingi sang istri yang dirawat di rumah sakit dan menjalani isolasi di sana. “Saat istrinya meninggal dunia hari Senin (19 Juli 2021), kondisi Kino Raharjo menurun dan akhirnya meninggal dunia esok harinya,” ungkap Margono. #Dedhy A

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here