Hits: 51

Lorensius: “Terima kasih juga kepada Bapak Manase dan Bapak Robert Sulpani yang telah menghibahkan lokasi”

PT Trubaindo Coal Mining menyerahkan bangunan Lou Bentian kepada masyarakat adat Bentian dalam Peresmian Lamin Bentian pada Jumat, 25 Juni 2021. ELOVIS/KABARKUBAR.COM

BENTIAN BESAR – KABARKUBAR.COM

Lamin Bentian di Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar, diresmikan Bupati Kutai Barat FX Yapan. Setelah diserahterimakan oleh PT Trubaindo Coal Mining atau TCM kepada masyarakat adat suku Dayak Bentian. Memakan waktu lama sejak tahun 2013 dan dana sekitar Rp7 miliar, ada banyak pihak yang diberi apresiasi atas kontribusi pada pembangunannya.

Ketua Panitia Pembangunan Lamin atau Lou Bentian, Lorensius Balak, mengakui ada banyak pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung. Kepada mereka, panitia dengan mengatasnamakan masyarakat Bentian, menyampaikan terima kasih.

Terutama kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang telah memberikan dukungan dalam banyak hal. “Ada tiga inisiator (orang yang punya inisiatif, yang memprakarsai) pembangunan lamin ini. Yaitu bapak Rusli Romusa, Bapak Drs Abed Nego, Bapak Yahya Yeq,” ungkapnya saat Peresmian Lamin Bentian pada Jumat, 25 Juni 2021.

Kepada KabarKubar, Lorensius mengatakan, Rusli Romusa adalah Kepala Adat Besar Kecamatan Bentian Besar saat itu. Juga senior dari Lorensius sebagai Anggota Polri. Sebelum purna tugas, Rusli pernah menjabat Kapolsek Bentian Besar.

Abed Nego dimaksud adalah Ketua Kerukunan Dayak Bentian Kabupaten Kutai Barat sebelumnya. Yang kemudian jabatan tersebut diemban Lorensius hingga saat ini. Sedangkan Yahya Yeq adalah Kepala Adat Kampung Penarung.

“Terima kasih juga kepada Bapak Manase dan Bapak Robert Sulpani yang telah menghibahkan lokasi untuk pembangunan lamin ini. Tidak bisa dilupakan, karena mereka yang mengawali dengan ide, pemikiran dan saran hingga lamin ini bisa berdiri,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada Lirin Colen Dingit. Pengacara muda yang juga tokoh masyarakat Bentian ini, dinilai telah banyak sumbang saran diberikan. Khususnya saat penjadwalan ulang pembangunan Lou Bentian. “Beliau banyak memberikan advice (saran),” kata Lorensius.

Lamin Bentian berdiri megah berukuran 50×25 meter dengan ditopang 371 tiang kayu ulin. EKILOVIS/KABARKUBAR.COM

Di hadapan Bupati Kubar, dan para tokoh yang hadir di Peresmian Lamin Bentian, Lorensius juga menyebut keterlibatan sejumlah perusahaan yang mendukung. Pertama kepada PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITM Group sebagai pengawas dan pihak yang menyetujui anggaran pembangunan.

Kemudian TCM sebagai perencana dan pelaksana kegiatan serta alokasi pembiayaan. Sejumlah nama disebut selalu memberikan dukungan saat proses pembangunan dan kegiatan kepanitiaan. “Terima kasih kepada bapak Giwang dan kawan-kawan di Jakarta, tim pak Hirung, pak Jones dan mbak Kristinawati. Terima kasih juga kepada pak Sony dan pak Dedy Ramis dalam kegiatan panitia,” ujarnya.

Terima kasih juga disampaikan kepada PT Timber Dana dan PT Wana Mitra. Perusahaan kayu tersebut diakui telah mendukung pada awal dimulainya pembangunan Lou Bentian. Demikian juga PT Waskita Karya dan CV Global yang telah membantu panitia dalam mempersiapkan acara peresmian.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here