Hits: 1

Untuk Penuhi Kebutuhan Ikan Konsumsi

kPelatihan Pembibitan dan Pemijahan Ikan Bagi Pembudidaya Ikan, di Aula Unit Pelayanan Teknis Dinas BBI Diskan Kubar pada Selasa, 1 Agustus 2017. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MELAK-KABARKUBAR.COM
Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat mengakui selama ini kebutuhan ikan untuk dikonsumsi masih banyak dipasok dari luar daerah. Bahkan benih ikan konsumsi pun, belum bisa dipenuhi untuk 16 kecamatan. Kendati memilki Balai Benih Ikan, tidak dapat mencukup permintaan pasar akan kebutuhan ikan konsumsi.

“Bibit ikan masih didatangkan dari luar Kubar,” ungkap Kepala Diskan Kubar, FX Nikodemus, saat membuka Pelatihan Pembibitan dan Pemijahan Ikan Bagi Pembudidaya Ikan, di Aula Unit Pelayanan Teknis Dinas BBI Diskan Kubar pada Selasa, 1 Agustus 2017.



Nikodemus berharap para petani atau peternak ikan bisa membuat pembibitan ikan. Dan menjadikan pembenihan ikan sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Jika mendatangkan benih dari luar daerah, seperti kawasan Talang Sari Samarinda Utara, Kota Samarinda, beresiko kematian bibit ikan di perjalanan. Apalagi jika dibeli dari Bogor dan Subang di Jawa Barat.

“Buka pembenihan sendiri bisa lebih berhasil dan banyak keuntungan. Pasar kita tidak hanya di Kubar, tapi juga di Kabupaten Mahakam Ulu. Ini usaha yang sangat menjanjikan. Saya sendiri akan mulai usaha ini,” kata Nikodemus kepada para peserta pelatihan yang terdiri dari utusan kelompok tani dan nelayan.

Dijelaskan Kepala Seksi Kemitraan Usaha dan Informasi Perikanan Diskan Kubar, Berkat David Sinaga, ada 18 kelompok tani dan nelayan yang ikut pelatihan. Dengan sasaran sebanyak 35 pembudidaya ikan. Ada yang baru dan telah lama membudidaya ikan dengan pola konvensional.

“Kita harap dengan pelatihan ini, akan menambah pengetahuan peternak ikan, dan usaha pembenihan ikan konsumsi bertumbuh. Akhirnya, kebutuhan ikan konsumsi di Kubar pun akan terpenuhi,” kata lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau ini kepada KabarKubar.com.

Petugas Balai Benih Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat menjelaskan langsung cara memilih ikan nila yang akan dijadikan induk untuk pembenihan kepada peserta Pelatihan Pembibitan dan Pemijahan Ikan Bagi Pembudidaya Ikan, Selasa 1/8/2017. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Hal yang sama dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidayaan Ikan Diskan Kubar, Maliki. Seiring perkembangan Kubar, konsumsi ikan makin meningkat. Benih ikan konsumsi pun sangat sedikit, sehingga mendatangkan dari luar. Pelatihan tersebut salah satu langkah mengatasi kelangkaan benih ikan air tawar di Kubar.

“Ini (pembenihan ikan) peluang usaha bagi kita semua. Kami harap antara kita saling bertukar informasi. Jika sudah punya pengalaman lebih dulu, bisa dibagikan ke yang baru mau mulai atau sudah memulai,” ujarnya di aula BBI yang berlokasi di Mentiwan Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak.

Sebagai narasumber, Teysen Fernandes yang juga Kepala BBI Diskan Kubar, menerangkan topik Pemijahan Ikan Nila Sistem Pindah Burayak. Sarjana Perikanan ini menekankan pada cara mengembangkan bibit ikan. Meski bicara ikan Nila, peserta juga diberi kesempatan bertanya soal ikan air tawar lainnya, seperti Lele, Emas atau Patin.

Peserta Pelatihan Pembibitan dan Pemijahan Ikan Bagi Pembudidaya Ikan, bersama Pejabat Dinas Perikanan Kubar . SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Jika belum cukup umur, tapi ikannya sudah bertelur, bibitnya tidak baik. Seminggu setelah bertelur, akan dierami dalam mulut ikan selama 2 minggu. Dan selama itu induk ikan tidak makan. Keringkan air hingga sebatas punggung ikan, baru induk siap dipindahkan untuk dikawinkan,” papar Teysen.

Topik lain yang dijelaskan Teysen adalah Pendederan. Yaitu pemeliharaan benih ikan nila dari hasil pembenihan untuk mencapai ukuran tertentu yang siap dibesarkan. Tujuannya, memperoleh ikan nila yang ukurannya seragam. Baik panjang, maupun berat dan untuk memberikan kesempatan benih ikan mendapatkan makanan hingga pertumbuhan serentak. “60 persen modal habis untuk membeli pakan ikan. Itu sebabnya lebih baik mengembangkan ikan yang makanannya bervariasi, bisa makan dedaunan dan singkong seperti ikan nila dan lele,” jelasnya.

Kamelius, Petinggi Linggang Menceleo Kecamatan Linggang Bigung, mengakui mendapat ilmu yang berharga dengan mengikuti pelatihan. Ia telah lama mencoba peruntungan beternak beragam jenis ikan termasuk nila. Tapi selalu gagal saat pembibitan. “Dulu saya lihat ikan nila menelan anak-anaknya, langsung saya tebas pakai parang. Ternyata itu induk ikan lagi mengerami telurnya,” katanya sambil tertawa.

Tidak berbeda, Sanata yang tercatat warga RT 2 Kampung Mendika Kecamatan Damai. Juga menyebut dapat pengalaman baru pada pelatihan itu. Sejak hijrah dari Kampung Linggang Bigung Kecamatan Linggang Bigung di tahun 2008, ayahnya membuka kolam ikan. Sempat merasakan kejayaan saat menjadi pemasok ikan konsumsi ke perusahaan pertambangan batubara PT Pamapersada Nusantara.



“Pernah sekali panen sampai 700 kilogram. Sekarang menjual Rp 40 ribu perkilogram jika memancing sendiri di kolam yang telah kami sediakan gazebo peristirahatan, lengkap dengan tungku memasak dan memanggang,” jelas Sanata yang saat ini memiliki 2 kolam ukuran 8 x 27 meter, 10 kolam berupa keramba dan satu kolam ukuran jumbo.

Sementara Rinayati, warga Kampung Geleo Baru Kecamatan Barong Tongkok, berharap Diskan Kubar bisa membantu dia dan rekannya yang hendak membuat kolam ikan. “Ada bantuan induk untuk pembenihan dari Subang, Jawa Barat. Tapi saya tidak sanggup bayar ongkosnya sekitar Rp 4,2 juta. Itu juga kalau jadi, kami belum ada kolam,” kata wanita yang menjadi salah seorang dari 21 utusan Kubar ke Pekan Nasional ke XV Kelompok Tani Nelayan Andalan di Aceh, Mei 2017. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here