Hits: 4

Tarikan Jauh Peroleh Uang Besar, Tapi Jarang Didapat

Mulyadi dan rekannya sesama Pengojek, di Pangkalan Ojek Pelabuhan Melak, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Melak Ilir, Kamis 21/9/2017. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Kemudahan memiliki kendaraan bermotor dari Perusahaan Pendanaan Kredit, menjadikan pendapatan para Penarik Ojek yang mangkal di Pelabuhan Melak makin menurun. Jika sebelumnya bisa mengantongi hingga Rp 200 ribu perhari, kini bawa pulang Rp 50 ribu pun sudah sulit. Malahan, bisa pulang dengan tangan kosong.

 “Sudah 7 tahun ini pendapatan berkurang. Sekarang tidak tentu, sehari bisa cuma dapat Rp 50 ribu, bahkan bisa tidak ada,” ungkap Mulyadi (44), Pengojek di Pangkalan Ojek Pelabuhan Melak, Kamis 21/9/2017.

Sedang mangkal di tepian Sungai Mahakam, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Melak Ilir Kecamatan Melak, Mulyadi mengakui minat orang naik Ojek sudah kurang. Berbeda sewaktu ramai perusahaan pertambangan batubara beroperasi, dan banyak kantor pemerintahan maupun perusahaan dibuka. Kala itu bisa mendapat penghasilan sedikitnya Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu perhari.

Pangkalan Ojek yang kini berada tepat di sebelah Pos Polisi Polsek Melak itu, sudah beroperasi 20 tahun lebih. Tadinya Ojek mangkal di parkiran Pasar Olah Bebaya Melak, sekitar 100 meter dari pangkalan sekarang. “Karena ada kebakaran di tahun 2012 lalu, pasarnya habis dan pangkalan juga ikut terbakar, makanya kami pindah kesini,” kata Mulyadi.

Jika dulunya bisa berjumlah puluhan, sekarang Pengojek tersisa 8 orang saja. Yaitu Masrani sebagai Ketua Kelompok dan Norjali selaku Sekretaris, serta Sapri, Sopy, Kurnain, Usaini, Norlan, termasuk Mulyadi. Namun yang selalu hadir setiap harinya di pangkalan, hanya 5 Pengojek.

Pangkalan Ojek di tepian Sungai Mahakam dan berada di sebelah Pos Polisi Polsek Melak, merupakan pangkalan pindahan dari Pasar Olah Bebaya Melak yang sudah ada sejak 20 tahun lalu. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Mulyadi bercerita, paling senang jika penumpang tujuan jauh. Karena berarti mendapat uang lebih banyak, dengan ongkos yang tinggi. Misalnya tujuan Kampung Tutung yang berjarak lebih dari 60 kilometer, ang dihargai Rp 300 ribu. Ke Tering bisa Rp 150 ribu dan kawasan Barong Tongkok sedikitnya Rp 50 ribu. “Tergantung nego juga, biasanya ke Barong Rp 80 ribu. Tetapi tarikan jauh sangat jarang ada, bahkan bisa hanya sebulan sekali,” imbuh Norjali.

Cerita duka terkadang juga dialami Pengojek, salah satunya jika bocor ban saat perjalanan. “Dukanya kalau lagi bawa penumpang, eh bannya bocor. Dapat ongkos Rp 50 ribu hanya untuk mengganti ucus (ban dalam) dan tidak ada uang untuk dibawa pulang. Resikonya pun ada, baru-baru saja teman saya jatuh nabrak anjing dan seminggu tidak bisa turun kerja,” ucap Mulyadi. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here