Hits: 0

Ricardo Siap Tinggal di Hulu Riam

2706_Ricardo bersiap ke hulu riam
CINTA SEJATI : Ricardo menunggu perahu panjang yang akan membawanya kembali ke Lubang Kuvang, salah satu titik di Riam Panjang, Kecamatan Long Pahangai yang terkenal ganas, untuk mencari Danae Moons (29), kekasihnya yang hilang 18 Januari 2015 lalu.   SONNY LEE HUTAGALUNG/KabarKubar.com

LONG BAGUN – Rick Herrera tidak patah semangat untuk mencari Danae Moons, 29 tahun, wanita berkebangsaan Belanda. Kekasihnya itu tenggelam bersama speeboat Noor Istiqomah di Lubang Kuvang, Riam Panjang Sungai Mahakam, Kecamatan Long Pahangai, Minggu (18/1/2015) sekira pukul 12.20 Wita. Meski lima bulan telah berlalu, pria akrab disapa Ricardo ini yakin wanita yang sangat dicintainya itu masih hidup.

I will not find the body, I will find her. I believe she’s still alive (Saya tidak akan menemukan mayatnya, saya akan menemukan dia. Saya yakin dia masih hidup),” ujar Ricardo, saat ditemui di warung makan seberang Camp PT Roda Mas Timber Kalimantan, Muara Sungai Nyan, Kampung Batoq Kelo Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.

2706_Danae Moons
Danae Moons

Pria keturunan Amerika Latin ini mengaku ini yang kedua kalinya ia datang ke hulu Sungai Mahakam untuk mencari Danae. Pertama kali saat mendengar kabar dari Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, atas musibah tenggelamnya speedboat yang ditumpangi Danae. Kali ini dia tiba di Indonesia pada Sabtu (13/6/2015). “Saya menyewa pesawat kecil untuk terbang mengelilingi rimba belantara di kawasan terjadinya kecelakaan speedboat itu,” jelas Ricardo.

Dikatakannya, pesawat milik Mission Aviation Fellowship membawanya terbang rendah di atas Riam Panjang. Sebab Ricardo meyakini Danae masih bertahan hidup di hutan sekitar Riam Panjang. “Saya harap dia (Danae) mendengar suara pesawat dan memberi tanda untuk saya dapat menyelamatkannya,” katanya.

Ditanya alasan Ricardo meyakini kekasihnya itu masih hidup, pria berusia 50 tahun ini menyebut kesaksian beberapa orang. Sejumlah penumpang yang selamat sempat melihat Danae berenang dan meminta tolong. “Ada lebih dari tiga orang menyaksikan Danae berjuang melawan arus dan berteriak minta tolong. Saya yakin dia berhasil mencapai bibir sungai, dan bisa saja akhirnya masuk ke hutan untuk mencari makanan,” tukasnya.

Ricardo tetap yakin Danae masuk ke hutan, meski KabarKubar.com menjelaskan bahwa Riam Panjang adalah jalur sungai yang ramai dilintasi speedboat dan berbagai jenis perahu bermesin. Sehingga tidak mungkin penumpang atau motoris perahu tidak melihat ada orang di bibir sungai yang lebarnya rata-rata 30-50 meter itu. “I will find her arround the jungle, I believe she’s still alive (Saya akan mencari dia mengelilingi hutan, saya percaya dia masih hidup),” tegasnya.

2706_Rick Hererra di Longboat menuju Riam Panjang
TRUE LOVE : Dengan menumpang perahu panjang, Rick Hererra (keempat dari haluan perahu) akan mencari kekasihnya yang telah lima bulan hilang di Lubang Kuvang, Riam Panjang di hulu Sungai Mahakam.   SONNY LEE HUTAGALUNG/KabarKubar.com

Musibah hilangnya Danae, jelas Ricardo, disiarkan banyak media di Belanda. Kemudian banyak warga Belanda yang memberikan sumbangan uang untuk usaha pencarian Danae. Lewat dana terkumpul itulah, Ricardo melakukan pencarian ke lokasi kecelakaan. “I will save my money and stay here to find Danae (Saya akan menabung uang dan tinggal disini untuk mencari Danae),” tegasnya saat ditanya sampai kapan dia akan mencari kekasihnya itu.

Sebelumnya diberitakan berbagai media, speedboat Noor Istiqomah berpenumpang 22 orang tenggelam di Lubang Kuvang, Riam Panjang Sungai Mahakam Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Minggu (18/1/2015) sekitar pukul 12.20 Wita. Diduga speedboat tujuan Kecamatan Long Pahangai dari Kecamatan Long Bagun itu terbalik dan terpecah menjadi dua akibat dihantam derasnya arus sungai. Sebanyak 17 penumpang speedboat milik Wandi yang dikemudikan Aren itu selamat. Namun lima orang dinyatakan hilang, yakni Tomi Lihang (9) putra dari Sileq Aran dan Yasinta Nyinaq Bayo warga Kampung Liuq Mulang dan Marselinus Yosef Juk (7) putra Yulius Tingang dan Erfina Kamsiah warga Kampung Long Pahangai Kecamatan Long Pahangai, Aron Jerlando (15 bulan) putra Rafael Gase dan Yuliana Dirang asal Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, Danae Moons (29) dan Iswono (44) seorang pemandu asal Kota Balikpapan.

Selasa (20/1/2015) sekitar pukul 10. 00 Wita, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Aron Jerlando, sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian. Besoknya, sekitar pukul 07.00 Wita, Tomi Lihang juga ditemukan dua kilometer dari lokasi kecelakaan. Pencarian terus dilakukan dengan menyisir sepanjang Sungai Mahakam, untuk mencari tiga korban lainnya. Namun derasnya arus sungai menjadi kendala dalam pencarian.    #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here