Hits: 0

Harga Sembako Ikut Melambung

2706_Riam-Panjang-saat-air-surut1
JALUR MAUT : Saat air Sungai Mahakam surut di riam-riam ganas di wilayah Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu ini masih bisa dilalui sejumlah perahu dan speedboat. Namun saat ini, jalur ini tidak bisa dilalui perahu jenis apapun akibat air sungai yang sangat surut, hingga membuat harga BBM dan sembako melonjak.    SONNY LEE HUTAGALUNG/KabarKubar.com

LONG PAHANGAI – Hujan yang tidak kunjung turun beberapa pekan terakhir membuat air Sungai Mahakam tidak seperti biasa. Ketinggian air sungai tampak sangat rendah dan membuat arus transportasi menjadi lambat. Selain mengakibatkan perjalanan perahu berbadan besar terhenti di titik tertentu, perahu kecil termasuk speedboat pun harus ekstra hati-hati saat melintas di wilayah hulu sungai.

Surutnya air Mahakam berimbas pada melonjaknya harga berbagai komoditi. Bahan bakar minyak jenis Bensin dan Solar saat ini telah naik hingga Rp 2.000 perliternya. Jika sebelumnya perliter dijual Rp 10 ribu di Kecamatan Long Bagun, sekarang menjadi Rp 12 ribu. “Sekarang bensin sudah mencapai Rp 14 ribu perliter di sini,” ungkap Kapolsek Long Pahangai AKP Urat Hutasoit melalui sambungan telepon.

Dijelaskan Urat Hutasoit, di Kecamatan Long Pahangai biasanya bensin dijual seharga Rp 12 ribu perliter dan untuk solar harganya tidak jauh berbeda. Namun surutnya air Mahakam membuat transportasi sungai macet dan membuat harga BBM naik. Karena jalur darat hingga saat ini belum juga dapat dilalui dari arah hilir sungai. Tidak hanya BBM, harga kebutuhan lainnya seperti sembilan bahan pokok turut terdongkrak. “Tidak mungkin BBM diangkut pakai pesawat. Kalau itu solusinya, harganya bisa mencapai Rp 50 ribu perliter,” katanya.

Di Kecamatan Long Apari yang posisinya di hulu Long Pahangai, juga terjadi fenomena yang sama. Bensin telah mencapai Rp 15 ribu perliternya. Sembako juga mengalami kenaikan karena stok yang menipis akibat sulitnya pasokan barang menuju dua kecamatan yang berada di hulu riam Sungai Mahakam. “Saya pun kesulitan untuk kembali ke Long Apari, karena air Mahakam sangat surut dan membuat tidak bisa dilalui speedboat atau perahu longboat. Sementara jalur udara kapasitas penumpang dan jumlah penerbangan sangat terbatas,” jelas Markus Awang, Kepala SMA Negeri 1 Long Apari di kediaman, Kawasan Busur, Barong Tongkok, Kutai Barat.

“Kita berharap hujan turun di hulu riam, agar Mahakam pasang dan jalur transportasi kembali normal. Kasihan saudara kita di dua kecamatan perbatasan (Long Pahangai dan Long Apari), nanti akan sangat kesulitan sembako dan BBM,” imbuh Ketua Komisi I DPRD Mahulu, Benediktus Wisdiadi.   #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here