Hits: 0

Pemkab Sudah Siapkan Lahan Hibah Untuk Markas

Markas Kepolisian Sektor Long Bagun yang berada di Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, seakan menjadi ‘Polres Mahulu’, bagi masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK-KABARKUBAR.COM
Sejak disahkan jadi Daerah Otonomi Baru, Kabupaten Mahakam Ulu belum ada Kepolisian Resor. Segala kewenangan Polisi masih ditangani Polres Kutai Barat yang telah berdiri sejak 15 tahun lalu. Masyarakat di 5 kecamatan di hulu Sungai Mahakam pun meminta segera dibentuk Polres.

“Tolong Bapak Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) melalui Kapolda Kaltim (Irjen Pol Safaruddin) mempertimbangkan untuk segera mendirikan Polres Mahulu tahun depan,” ujar Yustinus Lidjo Kaya, Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Pembangunan DPRD Mahulu, Rabu 9/8/2017 di Barong Tongkok.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat ini mengatakan, kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten Kutai Barat itu mencakup lima kecamatan. Yakni Kecamatan Long Apari, Long Pahangai, Long Bagun, Laham dan Long Hubung. Selain cukup luas, berbatasan langsung dengan Negara Bahagian Sarawak, Malaysia Timur. Sehingga efisiensi dan efektivitas pelayanan masyarakat saat ini dianggap rawan.

Lidjo Kaya berharap, terbentuknya Polres Mahulu akan membuat penegakan hukum tidak harus melalui Polres Kubar. “Kalau harus dibawa ke Kubar, membuang waktu dan biaya besar membebankan masyarakat yang akan berurusan dengan Polres. Ini alasan mendasar permintaan kami,” jelasnya..


Pria yang juga Ketua DPC Partai Hanura itu menambahkan, kondisi akses darat dari Mahulu ke Kubar yang hingga kini belum layak dilintasi masyarakat, menjadi kendala utama. Warga Mahulu jika hendak menuju Ibukota Provinsi Kaltim, Samarinda, harus menggunakan transportasi jalur Sungai Mahakam dengan biaya mahal. “Saat ini di Ibukota Kabupaten Mahulu, Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun hanya ada Kepolisian Sektor. Padahal sebagai ibukota kabupaten sangat diperlukan Polres,” tegasnya.

Harapan masyarakat, imbuh Lidjo Kaya, agar tahun depan Polres Mahulu sudah terbentuk. Sehingga pelayanan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di lima kecamatan dapat terjaga dengan baik. Juga agar pelayanan masyarakat dan Kamtibmas bisa ditangani secara cepat dan tepat. “Pemkab Mahulu juga sudah menyiapkan lahan hibah untuk didirikannya Markas Polres Mahulu. Nantinya dengan berdiri Polres Mahulu, pelayanan kamtibmas ke sejumlah daerah terpencil di Mahulu dapat terjangkau maksimal,” ungkapnya.

Kapolres Kubar AKBP Pramuja Sigit Wahono tidak ingin berkomentar banyak soal rencana pembentukan Polres Mahulu. Menurutnya, itu adalah kewenangan Polri dan Polda. “Sudah kita usulkan ke pimpinan,” katanya.

Sebagaiman Peraturan Kapolri Nomor 7 tahun 2014 tentang Pembentukan Dan Peningkatan Status Kesatuan Kewilayahan, (Polda, Polres dan Polsek), maka suatu daerah harus memenuhi kriteria dan persyaratan. Dari jumlah penduduk, perkembangan gangguan Kamtibmas, pemekaran wilayah provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan, serta luas wilayah. Persiapan pembentukan Polres, paling sedikit membawahi empat wilayah hukum Polsek, serta ada dukungan dari pimpinan yang lebih atas, juga masyarakat.

“Nah, di Mahulu sudah terdapat 5 Polsek di 5 kecamatan. Sudah lebih dari layak dibentuk Polres baru,” imbuh Ketua Umum LSM Gerakan Muda Peduli Rakyat, Philipus Hanyeq.
Sonny Lee Hutagalung


Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here