Hits: 1

Kesal Karena Dibubarkan Saat Kumpul di Sirkuit Lanay Jaya

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
JT, pria yang bulan depan berusia 20 tahun, diciduk dari rumah neneknya di Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok pada Rabu, 15 April 2020 sekira jam 11 siang. Ia ditangkap oleh Tim Siber Unit Tindak Pidana Tertentu Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kutai Barat. Pria pengangguran itu diduga memosting tulisan atau status yang diduga mengandung unsur ujaran kebencian melalui media sosial Facebook ada akun miliknya, Wanda Wan.

Diungkapkan Kepala Polres Kubar, AKBP Roy Satya Putra, pelaku dijadikan tersangka karena telah mengakui dengan sadar menulis sendiri status di akun Wanda Wan. Status itu diterbitkan pada Selasa, 14 April 2020 tepat pukul 16.45 Wita. “Kita imbau warga tidak berkumpul dan tetap di rumah, ternyata pelaku merasa kesal. Sehingga berdampak hukum baginya,” jelasnya.

Kepala Polres Kubar, AKBP Roy Satya Putra didampingi Kepala Satreskrim Iptu Iswanto, menjelaskan kronologis tindakan melawan hukum yang dilakukan JT (19), dalam Konferensi Pers di Mapolres Kubar pada Jumat, 17 April 2020. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Pada status tersebut dituliskan, “BANGSATD POLISI SIALAN, MAIN HAMBUR-HAMBUR AJH ORANG SANTAY, BIKIN ANGGOTA ASING TEPESIAU BAHAU ENTA”.

“Tim Cyber Satreskrim Polres Kubar melaksanakan tugas patroli siber di media sosial Facebook. Kemudian menemukan akun Facebook atas nama Wanda Wan yang memosting tulisan atau status itu,” ungkap AKBP Roy Satya Putra dalam Konferensi Pers di Markas Polres Kubar pada Jumat, 17 April 2020 siang.

Tersangka yang tubuhnya tampak dipenuhi tato itu akhirnya diamankan ke Mapolres Kubar sejumlah bersama barang bukti untuk diproses lebih lanjut oleh penyidik. Antara lain, 1 unit handphone merek Oppo A3S warna merah lengkap dengan kartu SIM. Serta ScreenShoot atau tangkapan layar akun Facebook, Wanda Wan.



Kapolres mengimbau para netizen agar bijak menggunakan sarana IT yang ada saat ini. Sebab bisa berakibat perbuatan melanggar hukum. “Tolong sebelum kita sharing (bagikan), mohon disaring dulu, agar tidak merugikan orang lain maupun diri sendiri,” pesan AKBP Roy Satya Putra.

Jika terbukti bersalah, JT terancam pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Karena disangkakan melanggar Pasal 45A ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Itu warga Bilem (Kampung Lakan Bilem), tinggal di Balok Asa RT 3. Baru saja tinggalnya,” ujar Petinggi Balok Asa, Susanto, melalui pesan singkat kepada KabarKubar.

Barang yang dijadikan alat bukti perbuatan melawan hukum oleh JT. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Penelusuran KabarKubar, JT tercatat sebagai warga RT 3 Kampung Lakan Bilem, Kecamatan Nyuatan. Pria yang telah menikah ini memiliki satu anak yang masih balita. Namun dia kerap menginap di Kampung Balok Asa, di rumah adek kandung neneknya.

“Dia kumpul sama anak-anak sini dan suka balapan. Dua hari lalu ada Polisi nyari ke Kantor Petinggi. Kami tadinya tidak kenal dia (JT), lalu cek di Facebook dan telusuri pertemanannya. Setelah jelas tahu orangnya, barulah datang Polisi dari Polres Kubar,” ungkap seorang warga Balok Asa.



Dari jejak digital media sosial, akun Wanda Wan mengungkapkan kekesalannya akibat dibubarkan oleh Polisi saat berkumpul di Sirkuit Lanay Jaya, Kecamatan Linggang Bigung. Selasa, 14 April 2020, ada kerumunan warga yang didominasi kaum muda berkumpul di arena balap motor itu.

Karena tampak mengadakan balapan tidak resmi atau liar, banyak netizen mengeluh di media sosial dan melaporkan ke Polisi. “Sangat tidak bijak, saat disuruh di rumah saja, malah bikin balapan liar,” tulis salah satu akun di Facebook. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here