Bertugas 10 Bulan dan Siapkan Pemilihan Petinggi

Rapat pengajuan nama Penjabat Petinggi di Ruang Pertemuan Kantor Petinggi Muara Jawaq pada Senin, 17 Pebruari 2020 pagi. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MOOK MANAAR BULATN – KABARKUBAR.COM
Kampung Muara Jawaq di Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB) akan dipimpin Sendeng. Pria berstatus Kepala Tata Usaha di SMP Negeri 2 Mook Manaar Bulatn itu akan menjadi Penjabat atau Pj Kepala Kampung (Petinggi) Muara Jawaq. Ia menggantikan Masrun Abel yang mengundurkan diri dari masa bakti 2017-2023.
Menurut Ketua Badan Perwakilan Kampung Muara Jawaq, Evenius, direncanakan pelantikan Pj Petinggi pada Rabu, 8 April 2020 ini. Berdasarkan  Surat Keputusan Bupati Kutai Barat tertanggal pada Senin, 2 Maret 2020, yang ditandatangani Bupati Kutai Barat, FX Yapan. SK tersebut Nomor: 141/K.414/2020 Tentang Pemberhentian Petinggi dan Pengangkatan Penjabat Petinggi Kampung Muara Jawaq Kecamatan Mook Manaar Bulatn.
“Rencananya dilantik oleh Pak Camat (Camat MMB Rusmansyah) di Gunung Rampah (Kantor Camat MMB),” katanya saat ditemui di kediaman, RT 2 Kampung Muara Jawaq pada Minggu, 5 April 2020.



Dijelaskannya, dalam SK disebutkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah surat pengunduran diri Masrun Abel yang mendasari alasan mempunyai pekerjaan lain, Juga alasan kesehatan yang kurang menunjang untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Petinggi Muara Jawaq.
Juga memperhatikan Surat Usulan Kecamatan Mook Manaar Bulatn Nomor: 140/258/PEM/MMB/II/2020 Tanggal 28 Februari 2020, tentang Usulan Pengangkatan Penjabat Petinggi di Kampung Muara Jawaq. “Pj Petinggi akan mendapat tunjangan Rp2.850.000 perbulan,” ujar Evenius membacakan isi SK pergantian Petinggi Muara Jawaq itu.
Dalam SK juga dijelaskan tugas Pj Petinggi nantinya. Antara lain, menjalankan administrasi pemerintahan kampung. Serta menyelesaikan tugas di bidang pembangunan dan kemasyarakatan dengan melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait. Kemudian melaksanakan fungsi-fungsi pelayanan kepada masyarakat, dan mengambil langkah-langkah fasilitasi Pemilihan Petinggi Kampung Muara Jawaq.
“Masa jabatan Pj Petinggi berakhir setelah dilantiknya petinggi terpilih dan paling lama 10 bulan terhitung sejak tanggal dilantik. Pemilihan Petinggi rencananya bulan Mei ini, tapi karena adanya wabah virus Corona, kita tidak tahu diundur sampai kapan,” pungkas Evenius.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Kutai Barat, Faustinus Syaidirahman mengakui telah menginstruksikan soal pelantikan kepada Camat MMB. Agar mengambil alih tugas melantik. Sebab Petinggi penting untuk urusan administrasi masyarakat di kampung, termasuk pengelolaan Dana Desa.
“Juga penting untuk melakukan koordinasi terkait penanganan Covid (Corona Virus Disease) 19. Pelantikan nanti hanya dihadiri beberapa orang, untuk antisipasi wabah Corona,” katanya kepada KabarKubar.

Diberitakan sebelumnya, Petinggi Muara Jawaq, Masrun Abel, mengajukan surat permohonan mengundurkan dari jabatannya. Surat tertanggal 10 Pebruari 2020 itu ditandatanganinya di atas materai, dan ditembuskan kepada BPK setempat.
Dijelaskan Ketua BPK Kampung Muara Jawaq, Evenius, hak pribadi Masrun Abel untuk mengundurkan diri. Hal itu diatur dalam Pasal 40 Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. BPK berkewajiban menyampaikan pengunduran diri itu kepada masyarakat. Soal alasan Petinggi mundur, Evenius mengaku tidak tahu pasti. Hanya sesuai tertera dalam salinan permohonan mengundurkan diri itu.
“Saya dapat surat pengunduran diri dari beliau langsung pada Selasa malam. Saya kasih kesempatan berpikir dulu, tapi beliau mendesak. Soal motif mundur, saya tidak mau menjawab. Itu ranahnya beliau, biar dijelaskan sendiri,” ujarnya dalam rapat yang dihadiri Ketua RT, Lembaga Adat dan 20 lebih perwakilan masyarakat.



Ia menegaskan, telah menyampaikan permintaan kepada pejabat berwenang. Yakni Kepala DPMK Kubar, Faustinus Syaidirahman dan Kepala Bidang Pemberdayaan Kampung dan Kelurahan, Sepinus. Agar Pj Petinggi nantinya dari warga setempat. “Karena nanti banyak urusan warga bisa terkendala kalau Pj tidak di tempat,” kata Evenius.
Evenius mengatakan, DPMK meminta BPK Kampung Muara Jawaq mengadakan rapat, dan hasilnya nanti disampaikan ke Camat Mook Manaar Bulatn. Ia meminta agar tidak muncul kesan pemerintah kampung tidak berjalan. Sehingga roda pemerintahan tetap berjalan baik. “Kami diberi waktu hingga hari ini. Jika belum ada nama diusulkan, maka Pj Petinggi otomatis akan ditentukan dari kecamatan. Kami usulkan nama Pak Sendeng, beliau PNS (di SMPN 2 Mook Manaar Bulatn), dan beliau pun sudah menyatakan siap,” tegasnya.
Errye Sugyanto selaku Sekretaris Kampung Muara Jawaq mengatakan, masa bakti Masrun Abel sebagai Petinggi baru akan berakhir pada Mei 2023. Ia tidak mempermasalahkan siapa dan darimana Pj Petinggi nantinya. Asalkan kepentingan masyarakat bisa berjalan baik. “Sudah pas Pj jika diusulkan dari masyarakat kita sendiri. Memang ada wewenang camat, dan biasanya dari kecamatan,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here