Hits: 14

Sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat periode 2021-2024

Kelompok Tani Kecamatan Barong Tongkok menerima bantuan pupuk hayati cair yang diserahkan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM

Sejumlah petani di Kecamatan Melak, awalnya tidak berani menerima bantuan yang disalurkan Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat. Bantuan berupa pupuk hayati cair itu dikira harus dikembalikan di kemudian hari. Hal itu terungkap saat penyerahan secara simbolis bantuan pupuk cair di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Melak.

“Ada beberapa orang anggota kelompok kami tidak berani ambil pupuk bantuan ini. Katanya takut jadi utang,” ungkap seorang perwakilan kelompok tani atau Poktan di Kecamatan Melak pada Selasa, 21 September 2021.

Menanggapinya, Ekti Imanuel selaku Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, mengakui bantuan pupuk cair tersebut adalah gagasannya. Berdasarkan aspirasi masyarakat Kubar, ia memasukkannya dalam Pokok-Pokok Pikiran atau Pokir. Yang kemudian terealisasi dalam Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Kaltim dan disalurkan oleh Dinas Pertanian Kubar.

Ia mengatakan, program bantuan pupuk maupun yang berkaitan dengan pertanian akan terus berlanjut. Hal yang sama akan diupayakan untuk sektor perikanan dan peternakan. “Saya jelaskan bahwa sejak berdiri Kabupaten Kutai Barat, tidak ada bantuan pemerintah jadi utang. Terkecuali pinjam di bank,” jelasnya.

Ekti Imanuel menegaskan bantuan pupuk cair berupa hibah yang tidak harus dikembalikan. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Ekti Imanuel menjelaskan, ada aturan terkait Pokir Anggota DPRD yang diamanatkan melalui undang-undang. Pokir ini terealisasi melalui Bantuan Keuangan atau bankeu, yang kemudian dimasukkan dalam batang tubuh APBD Kabupaten Kutai Barat. “Dan harus bersinergi dengan pemerintah kabupaten,jika tidak maka susah juga untuk terealisasi,” jelasnya.

“Jadi hal ini (pokir) tidak tabu disampaikan, karena dilindungi undang-undang. Semua Anggota DPRD baik kabupaten, kota dan provinsi, memiliki yang namanya pokir. Hanya saja besaran APBD yang membedakan besaran pokirnya,” imbuhnya dalam pertemuan yang dihadiri para Ketua Poktan penerima bantuan, dan sejumlah kepala kampung atau petinggi.

Ia melanjutkan, program bantuan tersebut telah dikoordinasikan sebelumnya dengan Bupati Kutai Barat, FX Yapan. Program itu juga sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat periode 2021-2024, yang terkait dengan ketahanan pangan. “Sehingga berproseslah, kita masukkan anggaran untuk pertanian,” katanya.

Mengapa memilih pupuk hayati cair, diakui karena di tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sudah mengadakan sendiri dan tergolong sukses. “Tentunya pupuk ini ramah lingkungan, mudah dalam pengaplikasian ke tanaman dan tidak sulit penyimpanannya,” jelas Ketua Badan Kehormatan DPRD Kaltim ini.

Perwakilan petani yang menerima bantuan pupuk hayati cair di Kecamatan Melak. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian Kubar, Iwan Sukorilawan, bantuan pupuk kali ini merupakan yang terbesar sejak berdirinya Kabupaten Kutai Barat. Bantuan pupuk ini juga terbesar se-Kaltim. “Hal ini berkat dukungan dari wakil kita yang duduk di DPRD Provinsi Kaltim,” katanya.

Diakuinya, meski tergolong besar, alokasi ini masih kurang. Untuk perkebunan karet saja ada 55.000 hektare. Yang sudah produksi seluas 35.000 hektare, tanaman rusak 1.250 hektare, dan sisanya tanaman baru.

Pupuk cair tersebut bisa diperbanyak. Jika menerima 5 liter, sisakan 1 liter untuk diperbanyak dan bisa dilakukan terus menerus dengan masa kadaluarsanya satu tahun. “Nanti mekanisme memperbanyaknya, teman-teman PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang bantu kelompok tani,” jelas Iwan.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Kubar, Setianus, menyebut Kecamatan Barong Tongkok menerima alokasi terbanyak dalam penyerahan bantuan tahun 2021 ini. Yakni sebanyak 25.000 liter pupuk cair untuk 2.500 hektar. Sedangkan Kecamatan Melak menerima 6.630 liter untuk 663 hektare. “Bantuan pupuk ini kita pilih yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kearifan lokal kita,” katanya. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here