Hits: 11

Diminta Segera Diusulkan Agar Terealisasi di Tahun 2022

Generasi muda sebagai sumber daya manusia yang perlu didukung untuk menjadi tenaga kerja handal di masa depan. ARSIP/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Wacana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke kawasan Kecamatan Sepaku di Kabupaten Penajam Pasir Utara, diprediksi bakal mendongkrak ekonomi warga Kabupaten Kutai Barat. Peluang kerja terbuka lebar, dan transaksi ekonomi akan meningkat. Kesiapan ke arah itu, dipersiapkan dari sekarang, termasuk kesiapan tenaga kerja.

Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Kabupaten Kutai Barat, Raymundus, sangat penting menyiapkan sumber daya manusia. Apalagi dengan hadirnya IKN, ada keterampilan khusus yang harus dimiliki generasi muda.

“Untuk IKN, mestinya siapkan jurusan berbau pariwisata dan perhotelan. Potensi itu (tenaga kerja di bidang pariwisata dan perhotelan) mesti dibuka sekarang,” ungkapnya kepada KabarKubar.

Raymundus yang saat ini menjabat Kepala SMK Negeri 2 Sendawar, mengakui belum ada program studi atau jurusan Pariwisata dan Perhotelan di Kubar. Ia berharap, arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi, segera terealisasi.

Yakni agar sekolah yang dipimpinnya membuka jurusan yang berkaitan. Misalnya jurusan Tata Boga. “Siap saja, karena yang berwenang juga dinas. Ya termasuk siapkan tenaga pendidik. Saya harap ada dukungan SDM sesuai bidangnya,” katanya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Kutai Barat, Raymundus. ARSIP/KABARKUBAR.COM

Saat ini ada sejumah sekolah di Kaltim yang membuka jurusan Pariwisata dan Perhotelan. Antara lain, SMKN 1 Samarinda, SMKN 4 Balikpapan, SMKN 3 Samarinda, dan SMKN 4 Samarinda. Ada juga SMK Negeri 1 Tenggarong yang memiliki Program Studi Tata Boga dan Tata Hidang.

Kepada KabarKubar, Anwar Sanusi mengaku sependapat. Jika kehadiran IKN dikaitkan dengan kesiapan tenaga kerja di bidang Pariwisata dan Perhotelan. “Saya setuju sekali, itu analisa yang cukup bagus,” katanya pada Kamis, 8 Juli 2021 melalui sambungan telepon.

Anwar Sanusi yang mengaku pernah bermain sepakbola di Barong Tongkok sekitar tahun 1989, optimis wacana membuka SMK dimaksud bisa terealisasi dalam waktu dekat. “Dibuatkan dulu telaahannya, nanti sarpras (sarana dan prasarana) saya siapkan. Lengkapi jurusannya, jangan hanya satu jurusan. Harus ada tata boga dan busana,” ujarnya.

Ia menegaskan, nantinya SMK tersebut harus memiliki tenaga pendidik memadai dan berkompeten di bidangnya. “Jangan kembali ke jaman Kubar bahari. Dulu guru bahasa inggris tapi ngajar matematika,” katanya.

“Kalau bisa segera (diusulkan), agar diadakan tahun depan. Jangan lama-lama. Bisa gunakan gedung yang bermasalah itu. Nanti cabang dinas berkantor di situ,” pungkas Anwar Sanusi.

Soal gedung atau lokasi pembelajaran yang disebut Anwar Sanusi, adalah bangunan yang disita Kejaksaan Negeri Kubar. Dalam kasus tindak pidana korupsi dana hibah APBD Provinsi Kaltim tahun 2013 kepada tiga yayasan pendidikan yang merugikan negara Rp18,5 miliar.

Dua terpidana menjalani kurungan penjara. Pertama, Thomas Susadia Sutedjowijaya, seorang akademisi bergelar profesor dan pemilik STIENAS Colorado Samarinda. Ia pemilik tiga yayasan pendidikan yang diketuai oleh orang berbeda. Salah satunya, atas nama seorang PNS di lingkungan Pemkab Kubar, berinisial AD.

Tersangka lainnya, adalah Faturrahman. Ia adalah Kepala Bidang di Disdik Kaltim yang memberi rekomendasi untuk tiga yayasan pendidikan itu. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here