Hits: 0

Yapan Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

BARONG TONGKOK – Bupati Kutai Barat, FX Yapan, prihatin dengan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di Kubar. Terlebih status Kubar yang menempati peringkat ke-2 kasus penyalahgunaan Narkoba dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan di tingkat Nasional, Kaltim juga menempati peringkat kedua setelah DKI Jakarta.

Tidak hanya prihatin, Yapan juga berang. Dia langsung menyatakan perang terhadap peredaran  narkoba. Sebab narkoba telah menyasar anak sekolah sebagai korban. “Baru-baru ini berbagai instansi se-Kubar sudah mendeklarasikan komitmen daerah bersih narkoba, ditandai dengan gerakan sejuta tanda tangan dukungan. Untuk deteksi pengguna narkoba di instansi pemerintahan, tes urin akan dilakukan mendadak dan menyeluruh,” ujarnya.

Sejak Januari hingga Mei 2016 ini, sebanyak 45 tersangka pemakai maupun pengedar narkoba telah diamankan Polres Kubar. Untuk itu, kata Yapan, Pemkab Kubar terus mendukung upaya kepolisian memberantas narkoba. Kepada penegak hukum, terutama Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kubar, ia meminta agar melakukan tes urine terhadap para pelajar mulai dari tingkat SMP hingga SMA. “Termasuk para staf pengajar, guru, kepala sekolah dan seluruh kepala dinas. Juga pegawai dan staf kecamatan, termasuk 16 camat se-Kubar,” tegasnya.

Bupati menyebut upaya ini sebagai tindak lanjut dari komitmen semua instansi yang bertekad untuk membersihkan daerah dari peredaran narkoba. “Ini sebagai langkah awal, apabila ada oknum pegawai yang terlibat narkoba, maka resikonya dipecat. Kita tidak akan memberi ampunan kepada pegawai dan para pendidik yang terlibat narkoba,“ imbuhnya.

Kepala Polres Kubar AKBP Hindarsono, menyebut narkoba telah merambah semua usia, status sosial, hingga pelosok daerah terpencil. Dia berupaya memutus mata rantai peredaran narkoba di Kubar. “Maraknya peredaran narkoba juga disebabkan oleh situasi, kondisi dan domisili lingkungan masyarakat, yakni faktor internal dan eksternal,” jelasnya melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Jamhari.

Dijelaskannya, banyak faktor memudahkan anak terjerumus ke dalam lingkaran narkoba. Antara lain akibat kurangnya aktifitas, kurang pergaulan positif, kurang bekal iman kepada Tuhan Yang Maha Esa, kurang pengawasan orang tua, minimnya taraf ekonomi dan rumah tangga tidak harmonis. Guna meminimalisir peredaran narkoba, diimbau para orang tua agar peduli dan peka atas perubahan prilaku dan sikap anak. “Terhadap pecandu narkoba, Polres Kubar berupaya selain hukuman, juga rehabilitasi penyembuhan atau Observasi Assisment oleh tim dokter khusus,” pungkas Hindarsono.    #M Imran

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here