Hits: 0

Minta Masyarakat Tidak Memandang Negatif Paslon

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM
Berada di posisi puncak berdasarkan riset dan polling netizen, membuat pasangan Rusmadi-Safaruddin jadi topik perbincangan warga di dunia nyata maupun dunia maya. Ada yang menyerang, namun tidak sedikit yang optimis pasangan calon nomor 4 ini menang.

“Ibarat pohon. Semakin tinggi, ya semakin besar angin meniupnya. Begitu juga dengan pasangan Rusmadi-Safaruddin yang berdasarkan penilaian beberapa lembaga sekarang berada tertinggi elektabilitasnya dibanding tiga paslon lain,” ucap Supriyana, salah seorang Timses yang menangani bidang hukum.

Sejauh ini, pantauan tim pemenangan Rusmadi-Safaruddin, serangan di media sosial masih dalam batas wajar. “Kami antisipasi apakah ada yang mengarah ke ujaran kebencian. Tapi sejauh ini masih aman,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan Rusmadi-Safaruddin berada di puncak berdasarkan riset dan polling dua lembaga. Versi lembaga Rekat (Relawan Kaltim Hebat) pasangan calon nomor 4 ini dipilih 37,23 persen. Kemudian disusul Isran Noor Hadi Mulyadi, 23,70 persen, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat 21,83 persen dan terakhir 17,23 persen untuk paslon Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendy.

Sementara hasil polling sebuah portal dengan alamat website pollingnasional.com yang diikuti netizen (warga net), hasilnya Rusmadi-Safaruddin menang telak 58,64 persen. Disusul Isran Noor-Hadi Mulyadi 26,51 persen. Kemudian Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat 13,06 persen dan paling buncit Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail (bukan Rizal Effendi) 1,79 persen.

Respon warga saat bertemu dengan Cagub Rusmadi juga beragam. Ada yang ceplas-ceplos seperti Ramli, warga Sangatta Kutai Timur.  Saat dialog di rumah makan Diponegoro, Jalan Poros Sangatta-Bontang KM3, Kecamatan Sanggata Selatan, Ramli meminta calon gubernur tidak banyak janji kepada masyarakat. “Kami bersedia mendukung, asalkan janjinya bisa direalisasikan,” ujarnya.

Selain Ramli, warganet pengguna media sosial yang terpantau Sabtu 14/4/18, ada juga berpikiran sama dengan Ramli. Namun tidak sedikit juga warganet menaruh harapan agar Kaltim ini bisa berubah di tangan Rusmadi-Safaruddin. Ronny Yanto misalnya; “sudah berkali-kali ikut nyoblos, tetap aja pembangunan tidak sesuai dengan janji, Golput lebih masuk akal,” katanya.

“Semoga pak Rusmadi bisa menerapkan ekonomi hijau dan membuat Kaltim menjadi lumbung pangan,” tulis akun Angelina Nurhasanah.

Azmi Nasabillah terang-terangan mendukung Rusmadi-Safaruddin. “Saya pasti nomor 4, jangan lupa pak buat berkunjung di Sanggata, Rawa Bagus. Kemudian akun dengan nama Rita Muhammad Yunan; “Kami mendukung, semoga bisa berkunjung lagi. Kami tunggu dengan membawa kemenangan, pas di hati”.

Menanggapinya, Cagub Rusmadi Wongso mengaku ia tidak pandai berbuat janji. Apa yang ia sampaikan kepada masyarakat semata-mata karena niat yang tulus ikhlas untuk membangun Kaltim lebih baik. “Saya tidak pandai berjanji, karena banyak janji itu bikin dosa,” tegas Rusmadi.

Mantan Sekda Provinsi Kaltim ini kemudian meminta kepada masyarakat untuk tidak selalu berpandangan negatif kepada paslon gubernur. Tidak semua cagub selalu mengumbar janji kemudian setelah terpilih lalu mengingkarinya. Dia pun menyadari kepercayaan masyarakat terhadap paslon saat ini kurang baik. Karena itu, Rusmadi berpesan agar masyarakat bisa memilih pemimpin yang amanah.

“Sejak awal menjadi Cagub, saya sudah berniat mewakafkan diri saya bersama masyarakat untuk membangun Kaltim. Yang saya butuhkan sekarang ini adalah kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Rusmadi kemudian menceritakan bahwa selama kurang lebih 2 bulan berkampanye di daerah, banyak pesan singkat masuk di telpon selulernya. Semuanya menyatakan siap memberikan dukungan, bahkan mengaku memiliki massa sekian ribu orang, ujung-ujungnya minta uang.

Parahnya lagi ada yang berani menjamin menang asalkan jalan di kampung mereka diperbaiki lebih dulu. “Bayangkan saja, berapa uang yang harus dikeluarkan kalau misalnya satu jalan di kampung menelan anggaran hingga Rp500 juta,” ungkap Rusmadi, mengelus dada.

Karena itu, mantan Kepala Bappeda yang paham betul kondisi Kaltim ini tidak mau mempraktikkan politik uang atau money politic.”Kalau itu yang saya lakukan, maka ketika terpilih menjadi Gubernur Kaltim, sudah pasti hal yang pertama dilakukan adalah memikirkan bagaimana mengembalikan modal,” ujarnya. #Achmad Yusuf

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here