Hits: 1

Bobol Dinding dan Pakai Lampu HP

Tersangka pencurian sarang burung walet, saat diamankan Polisi pada Sabtu, 9 Mei 2020 di RT 10 Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BONGAN – KABARKUBAR.COM
Dengan tangan diborgol, Sy yang berusia 45 tahun dibawa ke Markas Komando Kepolisian Resor Kutai Barat pada Senin, 11 Mei 2020 pagi tadi. Ia digiring oleh tiga personel Kepolisian Sektor Bongan menuju ruang Satuan Reserse Kriminal. Pria dengan dua anak masih kecil ini ditangkap saat memanen sarang burung walet yang bukan miliknya.



Aksi Sy terungkap pada Jumat, 8 Mei 2020 sekira pukul 22.05 Wita. Saat itu, Noorhidayat (49) sedang di kamar tidur di rumahnya, di RT 10 Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan. Tiba-tiba istrinya memberitahu kecurigaannya atas suara aneh di dalam rumah burung walet (RBW) mereka yang berada tepat di samping rumah di kampung yang biasa disebut Resak III itu.

Meski tidak yakin ada maling karena belum tengah malam, Noorhidayat bergegas memeriksa salah satu dari tiga RBW miliknya. Apalagi memang RBW yang hanya berjarak satu meter dari rumahnya itu sudah tiga kali dibobol maling. “Istri sedang di toilet, dengar suara kayak orang jatuh. Saya senteri di tempat biasa maling masuk itu, tapi tidak ada,” ungkap Noorhidayat kepada KabarKubar melalui telepon.

Sy berusia 45 tahun, diapit dua personel Polsek Bongan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Noorhidayat melanjutkan, saat masuk ke dalam RBW, ia mendengar suara yang dipastikan adalah suara manusia. “Kayaknya malingnya turun ke tanah. Saya dengar lagi suara, langsung cari lobang yang ada di atas. Saya panggil tetangga, tapi tidak panggil orang banyak. Kasihan juga kalau dipukuli rame-rame,” katanya.

Ketika Noorhidayat memanggil agar orang dalam RBW itu turun, tidak direspon. Akhirnya diputuskan untuk memanggil polisi di Polsek Bongan yang tidak seberapa jauh. “Kami juga takut kalau malingnya banyak dan bawa senjata, makanya panggil Polisi. Nanti kalau warga yang datang banyak, kasihan juga malingnya,” bebernya.

Polisi menunjukkan dinding rumah burung walet yang dibobol Sy. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Diungkapkan Kepala Satreskrim Polres Kubar, Iptu H Iswanto, Polisi pun langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Dengan sikap waspada, menyergap Sy di dalam rumah burung walet itu. “Pelaku membawa senjata tajam berupa parang. Tapi tidak melakukan perlawanan setelah tahu Polisi yang datang,” katanya melalui Kepala Unit I Satreskrim Polres Kubar, Ipda Muhammad Syafi’i.

Dari tangan Sy diamankan 60 keping sarang burung walet telah dikumpulkan. Pelaku terancam hukuman penjara sampai tujuh tahun, karena disangkakan dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. “Tersangka dikenakan juga junto Pasal 364 KUHP, karena telah melakukan pencurian yang sama beberapa kali,” beber Ipda M Syafi’i.

Diakui Noorhidayat, kaget setelah tahu siapa sosok maling di RBW miliknya bersama H Jasri yang berasal dari Desa Jantur Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara. “Saya kenal baik, bahkan sering kasih uang dia buat beli rokok. Makanya saya minta jangan ada yang mukul, dan tadinya tidak ingin mempermasalahkan. Tapi warga minta diproses hukum, karena sudah banyak rumah walet dimasuki maling,” imbuhnya.

Sy dan barang bukti kejahatannya yang diamankan Polisi. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Kasihan lagi Haji Jasri yang waktu pergi ke Jantur, tiga dari lima rumah waletnya habis dibobol. Maka sudah mau lebaran. Pencuri itu ngaku dia yang bongkar 10 hari lalu. Kalau rumah walet saya sendiri sudah pernah dua kali dibongkar. Pertama setahun lalu, dan kedua sekitar tiga bulan lalu,” pungkas Noorhidayat.

Kepada KabarKubar, Sya mengaku sudah 15 tahun tinggal di RT 2 Resak III. Sedangkan asalnya dari Kampung Jambuk yang berjarak sekitar 8 kilometer. Ia mengaku telah enam kali masuk ke rumah burung walet yang berbeda untuk mencuri. Dengan cara merusak dinding, karena hanya dilapisi terpal di bagian dalam.



“Saya pakai lampu dari HP saja. Biasa dapat hasil tiga ons dari satu gedung walet. Yang beli orang di Resak juga, dan kalau 1 kilogram sekitar Rp5 juta sampai Rp6 juta,” kata Sy yang sehari-hari bekerja sebagai tukang banguna. “Tapi sekarang lagi nggak ada job,” tukasnya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here