Hits: 0

Achmad Asrori Jadi Ketua MUI Kubar Periode 2017-2022

Musyawarah Daerah IV Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kutai Barat, Senin 23/10/2017 di Aula Islamic Center, Melak, dihadiri 75 peserta. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kutai Barat intens berkordinasi dengan aparat hukum. Sebab tidak saja menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang benar, MUI turut mengawasi aliran-aliran menyimpang dari Akidah agama Islam. Pengawasan bekerjasama dengan Intelijen TNI-Polri dan Badan Intelijen Negara.

“Kami sangat fokus membahas aliran yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Kita juga sudah melakukan rapat dengan pemerintah dalam menanggulangi teroris ISIS (the Islamic State of Iraq and Syria) dan aliran radikal. Justru MUI telah berperan aktif dan lebih maju ke depan dalam menangani hal ini (terorisme),” ujar Ketua MUI Kubar, H Imaludin, dalam Pembukaan Musyawarah Daerah IV MUI Kubar, Senin 23/10/2017 di Aula Islamic Center, Melak.

Sembari meminta maaf tertundanya Musda yang semestinya digelar tahun 2016 lalu, Imaludin mengaku MUI Kubar aktif membantu pemerintah menanggulangi Narkoba. Dengan melakukan penyuluhan ke sekolah, Majelis Taqlim dan Pemuda Islam di kampung setiap tahunnya. “Kami juga melakukan pembinaan Mualaf, terutama laki-laki yang ada di kampung-kampung,” jelasnya.

Wakil Ketua MUI Provinsi Kalimantan Timur, H Haiban dan para Pengurus MUI Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Musda dengan tema ‘Meningkatkan Peran Ulama Dalam Membangun Masyarakat Kutai Barat Yang Agamis Dan Sejahtera’, dibuka Asisten I Setkab Kubar, Silas Sinar. Dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kubar HM Isnaini, Staf Ahli Bupati Zulkarnain, Kabag Ren Polres Kubar Kompol Kasdi, Danramil Melak Kapten Arm Sarifudin, Ketua Nahdlatul Ulama Kubar Chusyaiful, Ketua Muhammadiyah Kubar Rakhmat, dan 75 Peserta rapat.

Wakil Ketua MUI Provinsi Kaltim, H Haiban mengungkapkan, MUI sebagai tenda besar dan tempat berteduh umat Islam. Yang didirikan karena keinginan masyarakat, dengan TNI dan Polri sebagai salah satu unsur pendirian MUI di tahun 1975. Ulama sendiri mempunyai peran besar dalam membangun Indonesia tercinta.

“Kita sebagai pewaris, wajib menjaga Pancasila sebagai falsafah dan idelogi bangsa Indonesia. Umat Islam harus menjadi pengawal pancasila. Jadikan ulama sebagai panutan dalam mengembangkan agama Islam,” terang H Haiban.

Haiban mengatakan, MUI tidak boleh merangkap jabatan politik praktis. Karena tugas Pengurus MUI adalah melayani umat Islam. MUI adalah mitra pemerintah dalam menjaga falsafah dan ideologi Pancasila. “Musuh bersama kita adalah bahaya komunis. Untuk itu kita harus tetap waspada, karena komunis adalah ideologi trans-Nasional dengan gn ciri-ciri adu domba, sabotase, fitnah dan lainnya. Musuh kita adalah liberalisme, sekularisme, dan isme-isme yang lainnya.

MUI, imbuh Haiban, tidak boleh lepas tangan dalam soal Narkoba. Terlebih Kaltim kini di urutan ke 2 peredaran dan pengguna narkoba terbesar di Indonesia. Dan Narkoba menjadi alat konspirasi internasional untuk menghancurkan Indonesia.

Diakui Bupati Kubar, FX Yapan, MUI memiliki peran sangat penting dalam mendukung jalannya roda pembangunan oleh pemerintah daerah. Hadirnya MUI di Kubar, mengisyaratkan harapan dapat menyatukan visi dan mengoptimalkan peran strategis para ulama.

Untuk mendorong dan mengantarkan Visi dan Misi Pemkab Kubar. “Ini diwujudkan melalui sinergitas para Ulama. Pemkab Kubar akan senantiasa mendukung setiap kegiatan dan program-program MUI Kubar,” terangnya melalui Asisten I Silas Sinar.

Pada Musyawarah Pemilihan Ketua MUI Kubar Periode 2017-2022, terdapat 3 Calon Ketua. Yakni, H Achmad Asrori, H Imaludin dan H Syaifuddin Zuhri. Hasilnya, Achmad Asrori yang terpilih dalam Musda IV MUI Kubar itu. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here