Hits: 2

Sepakati Rp10.000 perjam, Mahakam Net Pasang Tarif Murah

Mahakam Net di Jalan Pattimura kawasan Busur, Kampung Barong Tongkok, menyediakan 10 unit komputer. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya dunia usaha internet hadir di Kabupaten Kutai Barat. Empat pengusaha menyatakan kesiapan untuk melayani para calon pengguna internet yang selama ini kesulitan mengakses dunia maya. Hanya saja, mereka terkendala tinggi harga bahan bakar minyak untuk mengoperasikan generator pembangkit listrik atau genset.

“Sabtu kemarin (16 Juni 2007) empat pengusaha warnet menyepakati tarif pemakaian jaringan internet mulai besok, yaitu Rp10.000 perjam. Sebab beberapa waktu ini tarifnya belum sama,” ujar Kusnadi, Pengelola Mahakam Net di kawasan Busur, Kampung Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok pada Minggu, 17 Juni 2007.



Diungkapkan Kusnadi yang mengelola usaha warnet milik Frans Kris Tiwow, empat usaha warnet itu berada di Barong Tongkok dan Kecamatan Melak. Mahakam Net sendiri telah sebulan membuka usaha warnet dengan menyediakan 10 unit komputer. Mereka memakai jaringan Indosat M2, dan memasang tarif Rp6.000 perjam. Tiga lainnya adalah Flash Net dan Yadi Computer yang juga di Busur, serta Bimo Komputer di Melak.

Soal tarif, dimaksudkan untuk memperkenalkan penggunaan warnet pada masyarakat Kubar. “Tarif rendah untuk menarik minat masyarakat. Soalnya sebagian besar masyarakat Kubar belum familiar dengan internet. Satu bulan ini saja baru sekitar lima orang setiap hari yang menggunakan internet disini,” jelasnya.

Pantauan media ini, sebagian warnet memasang tarif berbeda. Flash Net yang baru berjalan sekitar dua bulan dengan dua unit komputer, mematok Rp15.000 perjam tanpa menggunakan billing control. Sedangkan Bimo Komputer dengan tiga unit komputer memakai metode sama, Rp10.000 dengan penghitungan waktu manual.



Sementara Yadi Computer dengan tiga unit komputer juga memakai metode manual, mematok Rp 10.000 perjam. “Kalau ATC Komputer punya Pak Markus Dino mungkin akan mulai lagi membuka warnet beberapa waktu ke depan. Mereka baru pasang jaringan lewat kami,” imbuh Kusnadi.

Saat ini usaha warnet memang mewarnai Kubar. Sehingga sangat membantu mereka yang memiliki usaha yang berkaitan dengan jaringan internet. Sebagai perintis usaha warnet di Kubar adalah Markus Dino dengan Sendawar Net. Dengan enam unit komputer di Dusun Mentiwan Kampung Melak Ulu, Kecamatan Melak.

Markus Dino yang pernah bekerja di perusahaan tambang emas PT Kelian Equatorial Mining ini mencoba peruntungan di dunia internet. Sayang, usahanya bertarung dengan tingginya harga BBM, karena listrik PLN yang kondisinya parah. Meskipun banyak peminat, warnet tidak bertahan. Pindah ke Busur, dengan nama ATC Komputer, warnet tidak juga membaik meskipun ditopang usaha kursus komputer. “Mau gimana lagi, harga BBM tinggi. PLN juga tidak kunjung membaik,” kata Markus Dino.



Hal yang sama, empat warnet di Kubar mencoba bertarung dengan harga BBM, untuk menjalankan warnet saat listrik tidak menyala. Sebab sejak awal tahun 2006, PLN membuat kebijakan pemadaman bergiliran. Sehari hidup sehari padam untuk tiga wilayah (Melak, Barong Tongkok dan Linggang Bigung).

Mahakam Net menghabiskan sekitar 20 liter bensin untuk menyalakan mesin genset selama sehari penuh. Sehingga selama sebulan menghabiskan dana Rp1,8 juta dengan perhitungan Rp6.000 harga bensin per liter. Selain operasional genset, sebesar Rp200.000 disisihkan untuk membayar rekening PLN.

“Untuk satu bulan ini memang masih belum untung, kami harap bulan berikut bisa meraup sedikit keuntungan,” imbuh Kusnadi. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here