Hits: 0

Pemeriksaan Darah Bisa Dilakukan di Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu, dr Agustinus Teguh Santoso. ARSIP/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM
Lima Pusat Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu telah dilengkapi laboratorium sebagaimana peralatan di sebuah rumah sakit kecil. Tujuannya, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Dengan dilengkapi Tenaga Analis, diagnosa penyakit pasien akan lebih jelas dengan pemeriksaan darah yang bisa dilakukan di tiap Puskesmas.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Mahulu, dr Agustinus Teguh Santoso, pemeriksaan darah sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan pasien. Sebab, diagnosa yang tepat akan memudahkan proses perawatan maupun penyembuhan oleh tenaga medis. Misalnya penyakit Demam Berdarah atau DBD yang hanya bisa diketahui kondisi pasien jika diperiksa dengan alat laboratorium. “Hari keempat sembuh, bisa kembali lagi (penyakitnya). Agar diketahui jumlah trombosit, harus periksa darah,” katanya, baru-baru ini di ruang kerja.



Diakuinya, DBD sudah menjadi penyakit endemis di Mahulu dan Kabupaten Kutai Barat. Sehingga ia meminta tidak menganggap remeh gejala demam yang bisa saja adalah DBD. “Ssaya sendiri pernah kecolongan, kena DBD, trombosit saya sudah 275. Untung saya biasa sosialisasikan bahayanya demam, jadi cepat diambil tindakan. Jangan langsung berpikir sembuh, padahal trombosit turun. Jadi jangan anggap enteng demam,” ungkap pria yang pernah duduk di Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajahmada.

Puskesmas Ujoh Bilang di Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, , menjadi salah satu dari lima Puskesmas di Kabupaten Mahakam Ulu yang menyediakan peralatan untuk pemeriksaan darah. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dokter Teguh yang lulusan UGM tahun 1997 lalu menjelaskan, terdapat masing-masing satu Puskesmas di tiap kecamatan. Setiap Puskesmas telah ditempatkan dua dokter umum dan seorang dokter gigi, dengan 50 tenaga kesehatan dan pegawai administrasi. Sedangkan Puskesmas Pembantu ada 29 yang masing-masing terdapat sedikitnya seorang perawat dan seorang bidan.



“Ada pengecualian, Pustu di Kampung Long Apari (kampung terjauh di perbatasan negara) ada satu dokter umum. Pustu itu dijadikan Pustu Pembina dengan pimpinannya dr Indra,” kata dr Teguh yang termasuk salah satu Badan Perwakilan Mahasiswa Kampus UGM.

Sedangkan dua Rumah Sakit Pratama, telah memiliki masing-masing empat dokter umum dan seorang dokter gigi. Yakni RS Gerbang Sehat Mahulu di Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun dan RS Nawacita Sehat di Kampung Long Lunuq Kecamatan Long Pahangai. “Saat ini sudah ada 300 lebih tenaga kesehatan di dua Rumah Sakit Pratama. Baru saja ada penerimaan 20 perawat dan 5 bidan,” pungkasnya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here