AKP Hasan Ariyanto : “Pegang senpi bukan buat bergaya seperti Koboi”

Wakil Kepala Polres Kutai Barat, Kompol I Gde Pasek Mulyasa, mendampingi Kepala Sub Bagian Psikologi Personel Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, AKP Hasan Ariyanto, dalam Konseling dan Mapping Psikologi Personel Polres Kutai Barat, Kamis 16/11/2017. BRIPDA RIDHO-HUMAS POLRES KUTAI BARAT/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Para Bintara, Perwira Pertama dan Perwira Menengah di Kepolisian Resor Kutai Barat mengikuti tes psikologi di Aula Polres Kubar, Kamis 16/11/2017. Tes yang dimulai sejak kemarin ini, untuk memastikan Personel yang dibekali senjata api telah layak menggunakannya sesuai SOP atau standard operating procedure. Tes digelar Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Menurut Wakil Kepala Polres Kubar, Komisaris Polisi I Gde Pasek Mulyasa, hasil tes akan menentukan siapa yang berhak menggunakan senpi. Anggota yang dinyatakan lulus dan tidak lulus akan dipisahkan. “Yang akan dibekali senpi, sedangkan personel lainnya tidak akan dipersenjatai,” katanya di sela tes yang dipimpin Kepala Sub Bagian Psikologi Personel, Bagian Pskikologi Biro SDM Polda Kaltim, AKP Hasan Ariyanto.

Dijelaskannya, personel yang saat ini memegang senpi pun diwajibkan mengikuti tes. Ketika hasilnya tidak lulus, maka senjata tersebut akan ditarik kembali. Pimpinan akan memperhatikan mana anggota yang layak dan bisa dipercaya untuk memegang senpi. “Bisa dipercaya artinya matang secara emosi, senior dalam kedinasan dan juga memiliki perilaku yang baik. Serta benar-benar menggunakan senpi sebagai alat untuk melindungi dirinya dalam bertugas dan juga masyarakat,” tegas I Gede Pasek Mulyasa yang sebelumnya menjabat Kabag Operasional Polres Penajam Pasir Utara.

Para Perwira Polres Kutai Barat juga mengikuti Tes Psikologi, yang rutin dilakukan untuk memastikan layak tidaknya seorang anggota Polri memegang senjata api organik.  BRIPDA RIDHO-HUMAS POLRES KUTAI BARAT/KABARKUBAR.COM

Dipaparkan AKP Hasan Ariyanto, Konseling dan Mapping Psikologi itu agenda rutin yang wajib dilakukan di internal Polri. Konseling diberikan bagi anggota Polri yang bermasalah, sedangkan untuk Mapping Psikologi bagi anggota yang akan memegang senpi organik. Guna memeriksa kesiapan anggota dalam berdinas, khususnya dalam hal penggunaan senpi.

“Jangan sampai angggota yang dibekali senjata malah menggunakan senjata seenaknya. Jalan ke sana ke sini pamer senjata seperti Koboi. Jangan mondar-mandir seperti jagoan, bawa senpi tapi tidak paham SOP penggunannya,” ungkap AKP Hasan Ariyanto.

“Kita sangat selektif dalam menetapkan setiap anggota yang berhak memegang senjata api. Tujuannya, agar senjata api tersebut digunakan dengan baik untuk kepentingan tugas kepolisian. Kita tidak ingin ada anggota yang menyalahgunakan senjata api tersebut,” tegasnya.

Ditambahkan Kabag Sumda Polres Kubar, Kompol Teguh Joko Sriyono, tes ini dibagi 2 kelompok dalam 2 hari sejak kemarin. Agar tidak mengganggu jadwal tugas masing-masing. Diikuti personel dari jenjang pangkat Brigadir Satu di seluruh jajaran Polres Kubar. Baik yang sudah memegang senjata api atau yang belum. “Siapa tahu suatu saat dipercaya memegang senpi, anggota sudah siap dan tahu prosedurnya,” jelasnya. #Bripda Agus Purnomo/Humas Polres Kutai Barat

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here