Hits: 1

Tidak Segera Melunasi Tagihan, Listrik Akan Diputus Sementara

 

MELAK – PT Perusahaan Listrik Negara Rayon Melak, Kutai Barat mengaku mengalami kerugian dalam operasional di delapan kecamatan. Alasannya, dari 11.254 pelanggan, banyak yang belum membayar tagihan pemakaian listriknya. Hingga Juni 2015 ini, total tunggakan mencapai Rp 4,9 miliar.

Menurut Manager PLN Rayon Melak, M Usman, tagihan listrik itu terhitung sejak tahun 2013 lalu. Kebanyakan pelanggan yang belum membayar listrik adalah mereka yang berada di wilayah pelosok, atau jauh dari Kota Sendawar. Sedangkan yang di kawasan perkotaan, disediakan tempat pembayaran khusus pelanggan. “Yang di pelosok banyak pelanggan yang enggan membayar tunggakan listrik bulanannya,”katanya.

Dijelaskan Usman, sejak April lalu, tunggakan pelanggan sudah mencapai Rp 2 M. Ternyata hingga penghujung Mei 2015 bertambah menjadi Rp 4,9 miliar. Dia mengimbau masyarakat sebagai pelanggan segera melunasi kewajiban mereka. PLN akan melakukan penagihan langsung ke rumah pelanggan. “Jika diberi peringatan tidak digubris, maka akan dilakukan pemutusan sementara aliran listrik ke rumah pelanggan,” tegasnya.

Saat ini PLN Rayon Melak menghasilkan daya listrik sebesar 13,6 Megawatt. Dengan menggandeng empat rekanan untuk memasok kebutuhan listrik di delapan kecamatan di Kubar, yakni PT Arena Maju Bersama (2MW), PT Kaltim Mex (3 MW), dan PT Sewa Tama (2,6MW) dan PT KPM (6 MW).    #M Imran

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here