Hits: 36

Isran Noor: “Bankeu ini bukan uang pribadi saya”

Gubernur Kaltim, Isran Noor, turut menanam pohon karet di areal perkebunan karet Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok pada Jumat, 11 Juni 2021. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Untuk tahun 2021, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan Rp31 miliar untuk pengembangan perkebunan di Kabupaten Kutai Barat. Pemprov menyokong perkebunan di Kubar yang mencapai 202.585 hektare dengan produksi 1.320.007 ton dan tenaga kerja perkebunan sebanyak 49.948 orang.

Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan, dukungan pemprov diberikan dalam bentuk Bantuan Keuangan. Tidak hanya pembangunan atau peningkatan akses berupa jalan tani, bantuan perkebunan itu juga dalam bentuk pupuk, bibit berbagai komoditas, serta alat dan mesin pertanian atau alsintan.

Ia menyebut, apa yang diberikan itu adalah hak petani. Karena apa yang dilakukan petani tidak hanya untuk kehidupan petani sendiri. Tapi turut berkontribusi untuk semua makhluk di dunia.  Setidaknya tanaman yang ditanam menghasilkan karbon atau oksigen yang dilepas ke udara, dan diserap semua orang.

Bantuan Keuangan tersebut digunakan dalam berbagai hal. Antara lain untuk peningkatan jalan, pembukaan jalan usaha tani baru sepanjang 7.360 meter, dan pembuatan jembatan ulin. Ada juga bantuan pupuk hayati cair untuk intensifikasi tanaman karet, kelapa sawit, lada, kakao, . Serta tanaman pangan dan hortikultura yang tersebar di 16 kecamatan dengan total luas 17.479 hektare.

“Bankeu ini bukan uang pribadi saya. Itu uang rakyat yang memang harus kembali kepada rakyat dan memang kewajiban. Itulah apresiasi pemerintah (kepada petani),” katanya saat berkunjung ke lokasi perkebunan Kelompok Tani Tunas Harapan di RT 2 Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok pada Jumat, 11 Juni 2021.

Sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani dari berbagai wilayah di Kabupaten Kutai Barat, menerima bantuan dari Pemprov Kaltim yang disampaikan Gubernur Kaltim, Isran Noor. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Gubernur meyakini, orang yang berkebun khususnya tanaman keras seperti karet, dan sahang atau lada,  adalah orang yang memiliki prospek dan pandangan bagus ke depan. Karena siap menunggu tiga hingga empat tahun baru panen.

“Tapi yakinlah, produk yang dihasilkan perkebunan tidak akan sia-sia. Yang berpikir sia-sia, akan hadapi kesiasiaan dalam hidupnya. Pohon rambutan, setidaknya daun dan buah yang jatuh menghasilkan humus. Jadi tidak ada yang sia-sia,” ujarnya.

Isran Noor dalam kunjungan kerjanya ke Kubar didampingi Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Yang disertai juga sejumlah pejabat Pemprov Kaltim. Diantaranya, Ketua Tim Gubernur Untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3) Adi Buhari Muslim dan Kepala Bappeda, Aswin. Juga ada Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Siti Farisyah Yana

Bupati Kubar, FX Yapan, didampingi Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan dan Sekda Ayonius, serta Anggota DPRD Kaltim dari Kubar, Ekti Imanuel. “Siap mendukung dan berkolaborasi dalam membangun usaha perkebunan masyarakat,” sahut Kepala Dinas Pertanian Kubar, Petrus, dalam kata sambutan.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rakhmad, bankeu yang disalurkan di Kubar dalam dua bidang. Pertama, Pembangunan Rehabilitas dan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani senilai Rp13 miliar. Kedua, Pengawasan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian sesuai dengan komoditas, teknologi dan spesifik lokasi senilai Rp18 miliar.

Sementara Program Bantuan Pembangunan Kebun kepada masyarakat melalui APBD Pemprov Kaltim dan APBN pada periode 2019-2021 di Kubar mencapai total dana Rp13.245.627.625. Nilai itu mencakup 1.302 hektare lahan perkebunan.

Khusus perkebunan karet di Kubar, seluas 45.249 hektare, dengan tanaman tua atau tanaman rusak mencapai 5.609 hektare yang berpotensi untuk diremajakan. “Total peremajaan karet dilakukan untuk lahan seluas 460 hektare dan perluasan lahan karet 395 hektare,” jelasnya.

Hariyanto, salah seorang petani yang datang dari Kecamatan Bongan, berharap program bantuan bibit berlanjut. Terlebih harga jual kelapa sawit saat ini memuaskan di kisaran Rp1.800-1.900. “Terima kasih atas bantuan bibit sawit yang sudah kami terima. Kami butuh jalan usaha tani yang bagus dan alsintan, juga pupuk,” katanya.

Soal peremajaan karet, Adrianus selaku Kepala Kampung Juaq Asa, mengakui 79 hektare kebun karet telah dilakukan peremajaan. Warga setempat berharap peremajaan berlanjut untuk perkebunan karet lainnya. “Total perkebunan karet di kampung ini seluas 312 hektare,” katanya kepada KabarKubar. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here