Hits: 0

Musyahrim: Guru Jangan Pakai Standar Perasaan

Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan, Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur Musyahrim dan Ketua PGRI Kubar Raymundus, bersama para Pengurus PGRI Kubar Periode 2017-2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Sebanyak 19 orang telah terpilih untuk duduk sebagai Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia Kutai Barat masa bakti 2017-2020. Rabu, 4/10/2017 pagi tadi, dilantik oleh Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur, Musyahrim. Diikuti 320 guru, pelantikan di Gedung PKK Kubar, Jalan Sendawar Raya Kelurahan Barong Tongkok.

Mereka yang terpilih sebagai Pengurus Inti PGRI Kubar, adalah Raymundus selaku Ketua, Andarias Samba di posisi Sekretaris , dan Suprehaten sebagai Bendahara. Ada dua orang di posisi Wakil Ketua, dan masing-masing seorang sebagai Wakil Sekretaris dan Wakil Bendahara. Sisanya, yakni 12 orang diposisikan menjadi Ketua Bidang.

Dikatakan Musyahrim, meski gaji kecil, guru tetap tampak semangat. Tanggal 25 November ini, PGRI berusia 72 tahun. Untuk itu, guru dituntut harus profesional dan mencetak generasi berkualitas. “Kalau anak tidak benar, jangan dinaikkan. Jangan pakai standar perasaan. Guru profesional, harus berkualitas,” ujarnya di acara yang dihadiri Wakil Bupati Kubar, H Edyanto Arkan dan Kepala Dinas Pendidikan Kubar, Ampeng.

Ketua PGRI Kaltim, Musyahrim, melantik Pengurus PGRI Kubar Periode 2017-2020, Rabu 4/10/2017 di Gedung PKK Kubar, Jalan Sendawar Raya Kelurahan Barong Tongkok. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kaltim ini mengingatkan guru untuk memberikan pelayanan maksimal. Agar para orangtua murid pun mengakui kualitas guru. “Mari kembalikan marwah guru yang patut digugu dan ditiru. Tunjukkan kompetensi, karena sudah memilih profesi ini,” katanya.

Musyahrim memohon Pemerintah Kabupaten Kubar untuk memberi perhatian lebih pada nasib guru. “Tolong Pak Wabup perhatikan nasib guru. Yang berprestasi agar diberi tempat yang bagus dan jika ada yang tampak murung, ditanyakan sebabnya dan dicarikan solusi,” pungkasnya.

Menanggapinya, Wabup mengakui di pundak guru ada beban untuk membangun generasi berkualitas. Salah satu saluran dalam meningkatkan sumber daya manusia adalah para guru. Sesuai Motto Kubar, ‘Hari Esok Harus Lebih Baik Daripada Hari Ini’, bisa dicapai dengan peran guru. “Saya harap PGRI bisa membawa guru lebih baik dan berkualitas. Pemerintah mendorong para guru meningkatkan kompetensinya,” pesannya.

Ditambahkan Edyanto Arkan, Guru juga harus memberi contoh dalam kecerdasan rohani, spiritual, emosional dan sosial murid. Guru wajib mengembangkan spiritual murid, karena agama bisa mengarahkan murid menjadi lebih baik. “Jangan bangga murid bernilai A atau B, tapi bersosial kurang,” tegasnya. Ia juga mendukung agar PGRI memiliki wadah untuk saling bertukar informasi dan pikiran, yakni kantor atau sekretariat yang refresentatif.

Sebagai Ketua PGRI Kubar, Raymundus, berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban tugas ke depan. PGRI berkomitmen bekerjasama dengan pemerintah melalui peran aktif guna meningkatkan mutu pendidikan. Termasuk memperjuangkan aspirasi guru. “Hingga saat ini PGRI Kubar tidak ada wadah berkumpul, kami butuh bantuan pemerintah,” ucap pria yang juga Kepala SMK Negeri 2 Sendawar. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here