Hits: 0

Petinggi Melapeh Baru Harap Warganya Ikut Bekerja di Proyek

Pembangunan Turap di Seranai yang masuk wilayah Kampung Melapeh Baru, Kecamatan Linggang Bigung, dikerjakan untuk memperlancar arus ekonomi masyarakat. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Beberapa waktu lalu, jalan yang menghubungkan empat kampung di dua kecamatan tampak longsor atau mengalami abrasi di kawasan Seranai. Ruas jalan yang masuk wilayah Kampung Melapeh Baru, Kecamatan Linggang Bigung itu ambruk lebih dari setengah badan jalan sepanjang puluhan meter.

Jalan yang dibangun oleh perusahaan pertambangan emas PT Kelian Equatorial Mining itu sempat membuat masyarakat setempat khawatir. Pasalnya, jalan ini merupakan akses utama yang dilewati sehari-hari untuk ke kebun atau ladang. Juga saat mengangkut hasil bumi dari pertanian dan menuju obyek wisata.



Namun kini warga bisa bernafas lega. Sebab Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah memperbaiki kerusakan jalan. Sejak awal Juni 2020 lalu, melakukan pembangunan turap Seranai dengan lebar 8 meter dan panjang 80 meter.

Menggunakan anggaran senilai Rp12.654.437.000 yang bersumber dari APBD Kubar tahun anggaran 2020. Waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender, terhitung sejak 4 Mei 2020 sampai 29 November 2020. Sebagai pelaksana kegiatan adalah PT Hikmah Karya

“Kami atas nama warga Melapeh Baru, sangat mendukung pembangunan tersebut. Sudah bertemu kontraktor pekerjaan, berharap warga kami diikutsertakan bekerja di proyek ini,” ungkap Kepala Kampung atau Petinggi Melapeh Baru, Dermansyah.

Warga empat kampung di wilayah dua kecamatan menjadi pengguna utama akses yang sedang diperbaiki dengan membangun turap di ruas jalan Seranai. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Dermansyah menyambut positif pembangunan turap Seranai. Karena tidak hanya digunakan warga kampungnya, perbaikan ini juga sangat bermanfaat bagi kampung sekitar. Khususnya tiga kampung lainnya. Yakni Kampung Lakan Bilem dan Kampung Intu Lingau di Kecamatan Nyuatan. Serta Kampung Tutung yang masuk Kecamatan Linggang Bigung, dan masyarakat Kubar umumnya.

Walaupun pembangunan turap belum selesai, tapi warga merasa cukup terbantu. Karena jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian beberapa kampung di sekitarnya. “Saya setiap hari melewati jalan ini untuk menjual hasil kebun saya ke Pasar Bigung,” ungkap Rahman, warga Kampung Tutung.

Menurut Servianus, pria yang berdomisili di Lakan Bilem dan bekerja di Barong Tongkok, kondisi jalan  yang dilewati saat ini jauh lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya. Hanya tersisa beberapa titik jalan yang belum berupa semenisasi atau aspal. Meski kondisi hujan, tetap bisa berangkat kerja tanpa takut jalan licin. “Sempat khawatir saat jalan di Seranai ambruk. Tapi ya syukurlah cepat ada perbaikan,” katanya.

“Saat ini kita sedang proses pemasangan tiang pancang. Kita kebut pengerjaannya agar bisa selesai tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan,” kata Yusran, Konsultan Pengawas di lokasi proyek Turap Seranai.



Menanggapi harapan Petinggi Melapeh Baru untuk mempekerjakan warganya di pelaksanaan proyek, Yusran mengakui pada tahap ini masih membutuhkan tenaga teknik. “Memang baru dua warga kampung yang ikut bekerja. Tapi tahapan berikutnya, kami akan akomodir permintaan petinggi,” katanya.

Pantauan KabarKubar, pekerja proyek sedang melakukan pemasangan tiang pancang dengan menggunakan alat Diesel Hammer dibantu excavator. Beberapa pekerja juga terlihat sedang merakit besi untuk tulangan cor semen. #Sunardi

Comments

comments

1 KOMENTAR

  1. Sebetulnya lbh murah dan lbh aman kl badan jalan digeser kekiri arah Tutung krn tebing sbh kanan itu sangat dalam, lbh dari 15 m, maka diragukan turap itu tahan lama.
    Kl turap yg nongol 15 maka minimal yg masuk tanah juga 15 m, dan yg nongol harus dijangkar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here