Hits: 1

Bawa Atlet Termuda  Berusia 10 Tahun

Hillary MP yang masih berusia 10 tahun, menjadi Atlet Bridge termuda di ajang Pra Porprov Kaltim dan mencuri perhatian para Pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Prestasi moncer dicetak Tim Bridge Kabupaten Kutai Barat di gelaran Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, 1-3 Desember 2017 lalu di Kabupaten Kutai Timur. Meski baru pertama kali mengikuti  turnamen di luar Kubar, 8 atlet sudah bisa mengharumkan nama Kubar. Posisi 4 yang diraih dalam Beregu Putri, menjadi catatan sejarah baru Bridge Kubar.

Pada Pra Porprov yang dilaksanakan di Ruang Panel Gedung DPRD Kutim di Sangatta, diikuti 92 peserta dari seluruh Kaltim, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu dan Paser. Bridge Kubar menyertakan 8 atletnya. Di luar dugaan, mampu bersaing dengan Atlet daerah lain yang sudah berpengalaman.



“Kami mencapai target meloloskan Bridge Kubar di Porprov 2018,” ujar Debby Pesik, Pimpinan Rombongan sekaligus Atlet Bridge Kubar pada Sabtu 9 Desember 2017 di Melak.

Debby mengungkapan, 8 atlet bertarung di 3 kategori. Yakni di Beregu Putra, ada Debby Pesik berpasangan dengan Aldrien Tambariki, dan Hamkah Arifin dipasangkan bersama Vhiesha GPW. Sedangkan di Beregu Putri, Febbiolla GP berpasangan dengan Chintya, dan Imelda bersama Hillary MP.

Debby Pesik saat berpasangan dengan Febbiola GP di Beregu Campuran. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Terakhir, Beregu Campuran yang menyandingkan Debby bersama Febbiolla, dan Aldrien dengan Chintya. “Tidak hanya lolos ke Porprov, Beregu Putri dapat finish di posisi 4,” jelas pria yang juga jadi salah seorang Pecatur andalan Kubar saat ini.

Ditambahkan Debby, yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Atlet termuda di ajang Pra Porprov Bridge itu. Yaitu Hillary MP yang baru berusia 10 tahun. “Selanjutnya mohon doa dan dukungan dari warga Kubar untuk persiapkan tim ke Porprov 2018,” harapnya.

Tim Bridge Kubar yang berlaga di Pra Porprov Kaltim di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur pada 1-3 Desember 2017 lalu. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Atas raihan Tim Bridge Kubar itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kubar, Ekti Imanuel memberi apresiasi tinggi. Diakuinya, Bridge kurang kurang populer di Kubar, jadi sulit untuk berprestasi lebih jauh. Bridge digemari oleh orang-orang tertentu saja. Sehingga Kubar kekurangan atlet berprestasi di cabang olahraga ini.



Ia mengungkapkan, sebelumnya ada pasangan suami istri yang menjadi andalan Kubar di Bridge. Namun mereka telah pindah tugas ke Kutai Kartanegara, dan menjadi atlet Bridge di sana. “Dulu waktu masih ada dokter Budiman dan istrinya di Kubar, kita masih bisa mendapat medali peruggu dan perak di ajang kejuaraan provinsi,” ungkapnya.

“Semoga ke depan msyarakat Kubar bisa menekuni olahraga Bridge ini, dan bisa menjadi atlet andalan Kubar nantinya. Itu harapan kita dari KONI Kubar,” pungkas Ekti Imanuel. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here