Hits: 3

Dinilai Merusak Lingkungan, Warga Minta Dicopot

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Puluhan warga Kampung Perigiq Kecamatan Jempang berdemo di Kantor Bupati Kutai Barat pada Senin, 4 Mei 2015 pagi. Mereka menuntut Petinggi (kepala kampung) Perigiq, Rabin Rabahni, dicopot dari jabatannya. Tidak hanya Petinggi, Camat Jempang, Silan, juga ikut diminta diberhentikan oleh Bupati Kubar.



Dalam orasinya, Lora Edi Asari menyebut Rabin dan Silan berperan merusak lingkungan sekitar Goa Mundaw. Goa batu kapur tersebut menjadi salah satu andalan warga kampung, karena menjadi sumber mata pencaharian berupa sarang burung walet. Namun, daerah yang terdapat batu tersebut telah dan sedang ditambang.

Akibatnya lokasi tersebut rusak dan membuat aktivitas sarang walet terganggu. “Tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat Perigiq soal rencana penambangan batu itu,” ujarnya.

ASPIRASI : Puluhan warga Kampung Perigiq dipimpin Lora Edi Asari, menuntut Petinggi Perigiq dan Camat Jempang dicopot dari jabatannya. Aksi demo yang dikawal personel Satpol PP Kubar dan Polres Kubar dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kubar pada Senin, 4 Mei 2015. REVANDI/KABARKUBAR.COM

Pria yang akrab disapa Nik ini mengungkapkan, Izin Galian C bernomor : 545/K.263/2015 atas nama PT Danum Liyoo Abadi (DLA), agar dicabut oleh Bupati. Sebab warga menilai terjadi manipulasi surat keterangan penguasaan tanah dan tanam tumbuh di atasnya.

“Lokasinya dibuat di Goa Mundaw, tapi saat minta tandatangan Kepala Adat Kampung Perigiq, lokasi disebut berada di kebun karet milik Maskur Guliq,” jelasnya.

Dilanjutkan Nik, tim verifikasi yang dipimpin Silan selaku Camat Jempang membuat laporan yang tidak sesuai. Camat menyebut lokasi izin Galian C tersebut tidak terdapat goa sarang burung walet aktif. Namun berjarak 500 meter dari lokasi goa sarang walet. “Rabin berbohong, karena sebagai putera asli Perigiq, dia tahu lokasi itu adalah sarang burung walet,” katanya.



Dikawal puluhan anggota Satpol PP Pemkab Kubar, orasi juga disampaikan Datarius. Dia mengatakan, sekitar 30 goa yang berisi sarang burung walet telah rusak. Akibatnya, pendapatan warga terlebih pemilik sarang walet menjadi berkurang. “Ada banyak hal yang membuat warga sejak lama meminta Rabin diberhentikan. Termasuk tidak menetap di kampung selama 4 tahun jadi Petinggi,” katanya. #Revandi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here