Hits: 0

Dua Politisi PDIP Masuk Bursa

 

BARONG TONGKOK – Partai Kebangkitan Bangsa telah menetapkan pilihan kepada Muhammad Syafri Ruslan sebagai Bakal Calon Bupati Mahakam Ulu di Pilkada Desember 2015 nanti. Pria yang pernah duduk sebagai Penjabat Bupati Mahulu selama 730 hari itu dinilai figur terbaik untuk memimpin Kabupaten Mahulu di periode 2016-2021. Untuk mendampinginya, lima nama sedang dilakukan

Diungkapkan Ketua DPC PKB Kutai Barat, Syachran Eric Lenyoq, lima nama yang akan menjadi pasangan Ruslan sedang disurvey. Survey oleh Lingkar Survei Indonesia pimpinan Denny Januar Ali itu akan menelisik lima figur. Mereka adalah Valentinus Tingang, Benediktus Wisdiadi, Yohanes Juan Jenau, Martin Hat dan Martinus. “Tim survei sudah di Mahulu dan pekan depan hasilnya sudah diumumkan di internal partai,” katanya.

Eric Lenyoq mengatakan, survei di Mahulu lebih lama dibanding di Kabupaten Kutai Barat yang hanya memakan waktu sepekan. Geografis Mahulu yang sulit dijangkau membuat tim survei butuh waktu lebih dan kerja ekstra. Dari lima nama tadi, hanya satu yang akan dibawa ke DPP PKB di Jakarta. “PKB tidak bertele-tele, cukup satu nama yang terbaik dalam survei akan dibawa ke Jakarta. Agar di DPP nanti sudah matang, karena kesiapan para bakal calon telah ditanya di sini,” ujarnya.

Soal Ruslan sendiri, jelas Eric Lenyoq, tidak ada masalah. Proses pengunduran diri Ruslan dari status PNS telah diproses. Hal itu menandakan keseriusan Ruslan sendiri untuk maju di Pilkada Mahulu. Sedangkan ‘perahu’ yang akan ditumpangi, sudah cukup dengan empat kursi PKB di DPRD Mahulu. “Kemungkinan koalisi dengan partai politik lain tetap ada,” imbuh Eric Lenyoq.

2405_Syachran Eric Lenyoq
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kutai Barat dan Mahakam Ulu, Syachran Eric Lenyoq

Lima nama tersebut memiliki latar belakang berbeda. Hanya Valentinus Tingang yang berasal dari suku Dayak Aoheng atau Penihing, berlatar belakang birokrat sejati. Tingang pernah mencapai puncak karir sebagai Abdi Negara dengan menjabat Sekretaris Kabupaten Kubar di era Bupati Kubar Rama Alexander Asia. Kemudian Benediktus Wisdiadi yang akrab disapa Aditomo, adalah putera Dayak Bahau kelahiran Long Pahangai. Ia seorang pengusaha yang memimpin Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia Cabang Kubar yang pernah duduk sebagai Anggota DPRD Kubar di periode 2000-2004. Ia saat ini menjadi Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera Kubar dan duduk sebagai Anggota DPRD Mahulu periode 2014-2019.

Martin Hat adalah politisi PKB asal Dayak Bahau yang saat ini duduk sebagai Anggota DPRD Mahulu. Periode 2009-2014, Martin Hat duduk sebagai Anggota DPRD Kubar dari Partai Indonesia Sejahtera.

Dua nama lain adalah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Juan Jenau yang saat ini memimpin DPC PDIP Mahulu, pernah menjabat DPC PDIP Kubar periode tahun 2000-2014. Ia berpengalaman di dunia legislasi dengan posisi Ketua DPRD Kubar pertama, yakni periode 2000-2004. Kemudian putera Dayak Bahau dari Datah Suling Kecamatan Long Pahangai ini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kubar periode 2004-2009. Pria berlatarbelakang guru ini menjabat Ketua Komisi A DPRD Kubar di periode 2009-2014. Saat ini ia menduduki kursi Wakil Ketua DPRD Mahulu untuk periode 2014-2019.

Nama terakhir adalah seorang pengusaha yang saat ini duduk sebagai Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Kubar dan Kutai Kartanegara hasil Pileg 2014. Martinus yang adalah putera suku Toraja ini sebelumnya menjabat Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia di Kubar. Ia disebut punya kans kuat untuk menjadi bakal calon wakil bupati disorong DPP PDIP. Hubungan kekerabatannya (adik ipar) dengan Ismael Thomas selaku Ketua DPC PDIP Kubar yang juga Bupati Kubar, diperkirakan memuluskan langkah politiknya.   #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

1 KOMENTAR

  1. Untuk Informasi kepada DPP PKB, bahwa warga kecamatan Long Apari menolak Yohanes Juan Jenau sebagai calon Wakil Bupati Berpasangan dengan Ms. Ruslan. tks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here