Polres Kubar Kembali Bongkar Kasus TPPO

68 views

Modus Warung Kopi Pangku

Wakapolres Kubar, Kompol I Gde Darma Suyasa saat Pimpin Jajarannya Dalam Konferensi Pers ( Istimewa )

 

KABARKUBAR.COM – SENDAWAR

Kasus Tindak Pidana Perdagangan  Orang atau TPPO di Indonesia menjadi atensi serius Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, melalui Kepala kepolisian Republik Indonesia yang mengintruksikan seluruh Jajaran Kepolisian Daerah untuk berantas TPPO.

Demikian halnya dengan Kepolisian Resor Kutai Barat  melalui satuan Resor dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Barat (Kubar) Polda Kalimantan Timur,telah berhasil membongkar tiga kasus TPPO di wilayah hukum Kutai Barat

Baru – baru tepatnya Sabtu 22 Juli 2023, Satreskrim berhasil membongkar kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di wilayah hukum Kubar. Seorang perempuan berinisial TY ( 48) diamankan sebagai tersangka.

Kapolres Kutai Barat, AKBP Heri Rusyaman melalui  Wakapolres Kompol I Gde Dharma Suyasa menjelaskan, pembersihan kasus TPPO merupakan atensi dari Presiden Jokowi, secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Sedangkan Polres Kubar, berdasarkan perintah Kapolda Kaltim, telah mulai melakukan pembersihan kasus TPPO sejak 5 Juni 2023.

“Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di salah satu warung kopi Kampung Jengan. Ini merupakan kasus yang keempat ditangani Satreskrim Polres Kubar sejak dibentuk tim TPPO Polres Kubar,” tegas Wakapolres Kompol I Gde Dharma Suyasa, Senin 24 Juli 2023.

Dijelaskannya , modus adalah warung kopi pangku. Salah satu korban berinisial I yang diduga sebagai pekerja seks komersial yang memberikan uang fee sebesar Rp 200 ribu kepada tersangka TY. Kemudian dari korban juga disita uangnya senilai Rp 1,2 juta diduga hasil dari pekerjaannya tersebut.

Hal senada diungkap Kasatreskrim Polres Kubar AKP Asriadi Jafar motif dari pelaku atau tersangka dalam warung kopi pangku ini, mengambil keuntungan dari pekerja. Di warung ini TY mempekerjakan 4 wanita.

“Warung kopi itu bermotif warung biasa. Namun terjadi negosiasi dan transaksi masalah nominal bayaran terhadap wanita pekerja itu. Nominal bervariasi seperti shot time, long time, bahkan bisa dibawa keluar dari warung dengan masing-masing tarif sesuai kesepakatan,” pungkas AKP Asriadi .

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21/2007 tentang TPPO, Subsider Pasal 296 KUHP.

“Ancaman hukumannya paling cepat minimal 5 tahun, dan paling lama 15 tahun pidana penjara,” tandas AKP Asriadi.#Ekylovis

 

 

Komentar

comments