Wabup : Kita Sudah Koordinasi ke Pihak Pertamina

Akibat kelangkaan BBM jenis Premium, ratusan Pengecer terpaksa menutup lapak jualnya. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK-KABARKUBAR.COM
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak jenis Premium atau biasa disebut dengan Bensin membuat aktivitas masyarakat Kutai Barat 2 hari belakangan menjadi tersedat. Di sejumlah Pengecer, tidak terlihat lagi premium yang terpajang. Antrian panjang kendaraan tampak memadati Stasiun Pengisian Bahan Umum di Kubar.

“Saya mau belanja ke Pasar Malam tidak jadi. Minyak motor saya habis. Dicari ke Pengecer, bensin sudah habis semua,” keluh Bernadeta (45), warga Kelurahan Barong Tongkok, Rabu 16/8/2017.

“Di Melak juga sulit cari bensin. Minyak motor saya juga sudah mau habis, jadi terpaksa bertahan di rumah,” kesal Lilis (19) diamini Andry (25), warga Melak.

Kesulitan memperoleh premium juga dialami para pengecer. Untuk memperolehnya, mereka harus rela mengantri dengan waktu yang cukup lama, dibandingkan dari hari sebelumnya. Itupun minyak yang mereka dapatkan jauh berkurang jumlahnya.

“Antrian di SPBU panjang sekali. Kita mau beli minyak harus menunggu cukup lama. Sementara minyak yang didapat cuma 30 sampai 50 liter. Padahal biasanya kita bisa dapat 200 liter,” ungkap Hasibuan, Pengecer Premium di Kampung Sumber Bangun.

Salah seorang Pengecer BBM yang kehabisan pasokan Bensin sejak 2 hari terakhir. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

“Kemungkinan harga bensin mau naik. Jadi sulit diperoleh,” sebut Romianus, Pengecer Premium lainnya di Kampung Sekolaq Joleg.

Kelangkaan lebih parah terasa di wilayah yang jauh dari ibukota kabupaten, Sendawar. Hal itu diungkapkan Junedi, warga Kampung Jengan Danum Kecamatan Damai. Sudah sulit didapat, pasokan bensin sangat langka. Sejumlah pengecer justru mengambil kesempatan dengan menaikkan harga bensin jauh lebih mahal. Jika biasanya dihargai Rp 7.500 perliter, saat ini bisa dijual Rp 30.000 per jeriken isi 2 liter. “Pagi ini sekitar pukul 6.30 Wib, saya beli di simpang Pama (PT Pamapersada Nusantara) Jengan Danum, harganya Rp 15.000 seliter,” ungkapnya melalui pesan singkat.

Perihal kelangkaan BBM jenis Premium itu, menurut Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan, disebabkan ketiadaan pasokan minyak ke Depo Pertamina di Kota Samarinda. Sehingga pengambilan minyak bersubsidi itu semakin jauh tempatnya, yakni ke Depo Balikpapan. Itupun kuotanya dibatasi.

“Sudah jarak pengambilannya semakin jauh, kuota pengambilan juga dibatasi. Jadi kuotanya sangat berkurang dari semula,” ujar Wakil Bupati, usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Kubar.

Edyanto menjelaskan, kelangkaan premium bukan saja terjadi di Kubar, di Samarinda dan sekitarnya juga terjadi kelangkaan yang sama. Menurutnya, faktor penyebabnya diduga ada keterlambatan pemasokan. Mengatasi hal itu, Pemerintah Kabupaten Kubar telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Dengan harapan, kelangkaan Premium dapat segera teratasi.

“Kita sudah menghubungi pihak Pertamina Samarinda dan Mereka menyadari hal itu. Kita sangat berharap agar kondisi ini segera pulih dan pasokan minyak dikembalikan seperti semula. Sehingga SPBU dan APNS tidak kekurangan pasokan, guna disalurkan kepada Pemerintah dan masyarakat. Jadi kita minta, pihak Pertamina segera menormalkannya,” pungkasnya.
Reyber Benhouser Simorangkir


Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here