PT. Indobara Utama Mandiri Pemenang Lelang Aset PT.GBU Kubar

2,385 views

Berupa Saham Kepemilikan  PT.GBU Milik Terpidana Heru Hidayat

Saat Eksekusi sita Aset PT. GBU di KUtai Barat oleh Kejagung RI ( Istimewa )

KABARKUBAR.COM – SENDAWAR

Kejaksaan Agung melalui Pusat Pemulihan Aset atau PPA berhasil memulihkan sebagian kerugian Negara dalam kasus PT. Asuransi Jiwasraya dengan berhasil menjual aset sitaan berupa saham kepemilikan PT Gunung Bara Utama  milik terpidana Heru Hidayat senilai Rp 1,94 triliun. penjualan aset tersebut dilakukan melalui lelang terbuka yang digelar pada Kamis 8 Juni 2023 lalu.

Dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID, Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejagung Syaifudin Tagamal mengatakan,Menurut dia, nilai lepas hasil lelang tersebut akan disetorkan ke kas negara untuk pengganti kerugian negara dalam kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang  PT Asuransi Jiwasraya.

“Lelang aset sita eksekusi berupa saham PT Gunung Bara Utama dengan hasil laku terjual lelang seharga penawaran Rp 1,945 triliun,” kata Syaifudin.

Disebutkan pembeli aset sitaan tersebut adalah PT Indobara Utama Mandiri. “Hasil lelang ini merupakan bagian dari penyelesaian perkara tindak pidana korupsi dan TPPU, dalam pengelolaan keuangan dan investasi PT Asuransi Jiwasaraya atas nama terpidana Heru Hidayat,” sambung Syaifudin.

Selanjutnya, Syaifudin menerangkan, pemenang lelang akan melunasi kewajibannya menyetorkan nilai pembelian saham PT GBU senominal yang disepakati. Menurut dia, PPA Kejakgung memberikan waktu selama lima hari kerja atau paling lambang pada 15 Juni 2023 agar PT Indobara Utama Mandiri, selaku pihak pemenang lelang aset sitaan tersebut, untuk melunasi harga lepas lelang yang sudah ketok palu itu.

“Dari hasil pelunasan kewajiban lelang tersebut, selanjutnya akan diserahkan ke kas negara sebagai pengganti kerugian negara, atau penerimaan negara bukan pajak atau PNBP,” kata Syaifudin.

Untuk diketahui PT Gunung Bara Utama adalah satu dari sekian banyak perusahaan yang disita kejaksaan dari tangan terpidana Heru Hidayat. Bos PT Trada Alam Mineral atau PT. TRAM itu, saat ini adalah terpidana penjara seumur hidup terkait kasus korupsi dan TPPU PT Asuransi Jiwasraya.

Dalam kasus tersebut putusan pengadilan sudah inkrah menguatkan kerugian negara senilai Rp 16,8 triliun. Atas kasus tersebut selain dihukum penjara seumur hidup, majelis sampai tingkat kasasi di Mahkamah Agung juga menguatkan putusan terhadap Heru Hidayat untuk mengganti kerugian negara senilai Rp 10,68 triliun.

Dalam kasus tersebut, terpidana utamanya juga adalah Benny Tjokrosaputro. Bos PT Hanson Internasional, itu juga dipidana penjara selama seumur hidup. Majelis hakim sampai tingkat kasasi di Mahkamah Agung juga menguatkan hukuman pengganti kerugian negara terhadap Benny Tjokro senilai Rp 6,8 triliun.

Dua terpidana utama dalam kasus Jiwasraya tersebut, juga merupakan terpidana dalam kasus yang sama terkait dengan korupsi dan TPPU di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia  atau ASABRI. Dalam kasus tersebut, nilai kerugian negaranya lebih besar senilai Rp 22,78 triliun.

Pemasangan pengumuman sitaan di salah satu mine Office Kontraktor PT.GBU ( Istimewa )

Adapun aset terpidana Heru Hidayat yang disita  di PT GBU sesuai dengan putusan MA RI Nomor 2931/K/Pidsus/2021 Tanggal 24 Agustus 2021,  yaitu 1 unit kantor dan mess PT GBU di KM 22 Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, 1 unit Conveyor Jetty PT GBU di Kampung Empakuq, Kecamatan Melak, dan 1 unit Rumah Genset di Kampung Empakuq, Kecamatan Melak.

Barang-barang rampasan bergerak, yaitu 1 unit kendaraan roda empat Mitsubishi Triton dan 8 unit kendaraan FM 260 JD Jenis Dump Truck Hino Tahun 2018, 1 unit kendaraan FM 260 JD Water Truck Tahun 2018, dan 1 unit kendaraan dalmas Hino Tahun 2017. Kemudian, 1 unit Mitsubishi Triton tahun 2017, 1 unit mobil Toyota Avanza Veloz B 1229 SZS tahun 2016, 1 unit Mobil Toyota Strada Cabin tahun 2015, serta 1 unit Crusher (pemecah batu) merek NA tahun 2014, dan 1 unit mobil Toyota Inova B 1591 PKM.

Total barang-barang sitaan di PT GBU terdapat sejumlah 28 item. Setelah dilakukan inventarisir ternyata masih ada 4 unit mobil yang berada di Jakarta. Jadi keseluruhan menjadi 32 unit.

Terkait disitanya aset PT.GBU.Pada Agustus 2021, PT Gunung Bara Utama sempat menggugat Kejagung ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan tersebut bernomor 717/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL tedaftar di PN Jakarta Selatan pada Selasa (31/8/2021). Dalam catatan Bisnis, PT Gunung Bara Utama adalah entitas usaha milik PT TRAM salah satu perusahaan yang selalu dikaitkan dengan Heru Hidayat.

Pada 2022, Mahkamah Agung kemudian menolak permohonan kasasi perusahaan milik Heru Hidayat tersebut.

“Pemohon keberatan/termohon kasasi [PT Gunung Bara Utama] bukan merupakan pihak ketiga yang beritikad baik. Menetapkan dan memerintahkan pemohon kasasi [jaksa] untuk tetap menyita barang-barang milik termohon kasasi,” tulis putusan MA, Jumat 17 Febuari 2023.

” Semoga saja prosesnya cepat selesai,bisa segera operasi dan kami bisa bekerja kembali,” ungkap Fendi salah satu dari kurang lebih 4.000 an Ex karyawan kontraktor PT.GBU, Selasa 27 Juni 2023 # Kamelius

Komentar

comments