Hits: 1

Rama Center Siapkan Opsi Jalur Perseorangan

Rama Alexander Asia yang berpasangan dengan H Encik Mugnidin, bertarung dengan tiga pasangan lain di Pilkada Kubar tahun 2006. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Sejumlah tokoh di Kabupaten Kutai Barat meminta agar Ir Rama Alexander Asia kembali bertarung di pesta demokrasi pada tahun 2020 mendatang. Konseptor Pembangunan Tanaa Purai Ngeriman itu dinilai berpeluang besar untuk kembali memimpin daerah otonomi hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai di tahun 1999 lalu. Modalnya, sedikitnya 21 ribu pemilih fanatik yang pantas disebut sebagai pendukung militan.

Berkaca dari tiga Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kubar sebelumnya, Rama Asia jelas memiliki simpatisan yang konsisten memberikan dukungan di bilik suara. Pertama di Pemilihan Kepala Daerah tahun 2006 saat berpasangan dengan Encik Mugnidin. Duet birokrat yang didukung Partai Damai Sejahtera, Partai Pelopor dan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan ini, meraih 22.800 suara. Pasangan bernomor urut 1 ini, kalah dari duet Ismail Thomas-H Didik Effendi yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional dengan perolehan 27.639 suara.



Pilkada Kubar 2011, Rama Asia kembali maju dengan H Abdul Azizs sebagai pasangannya. Hasilnya, pasangan birokrat ini meraih 36.007 suara. Namun Rama Asia harus mengakui keunggulan Ismail Thomas yang kembali berpasangan dengan Didik Effendi dan memeroleh suara sebanyak 40.512.

Terakhir di 2015, Rama Asia dan Mohammad Djaelani mengumpulkan 21.154 suara, atau sebanyak 25,48 persen dari 363 Tempat Pemungutan Suara. Pemenangnya pada Pilkada 15 Desember 2015 itu adalah pasangan FX Yapan dan Edyanto Arkan yang meraih 34.038 Suara atau 41 persen. “Sudah berkomunikasi dengan Pak Rama, dan beliau mengakui siap maju,” ungkap Elvin Eriadam kepada KabarKubar, Jumat 9/8/2019 pagi ini.

Rama Alexander Asia saat memberikan arahan kepada warga dalam acara adat Pekat Asa di Kampung Juaq Asa, 16 Desember 2015. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Pria yang akrab disapa Adam ini mengatakan, Rama Asia menyerahkan rencana tersebut kepada masyarakat Kubar sendiri. Khususnya kepada tim yang dibentuk, agar mengatur langkah menuju Pilkada Kubar 2020. Opsi atau pilihan lain jika tidak mendapat dukungan partai politik sebagai persyaratan menjadi kontestan di Pilkada Kubar tahun depan itu, Adam menyebut jalur perseorangan.

Mengantisipasinya, Adam yang juga Sekretaris DPD Partai Nasional Demokrat Kubar ini menjelaskan, telah dibentuk Rama Center. Yang bergerak untuk memuluskan langkah Rama Asia menuju kursi Bupati Kubar. “Kami sudah berkomunikasi dengan KPU Kubar, dan mulai September ini sudah bisa mengumpulkan dukungan untuk jalur perseorangan,” katanya.



Ditunjuk sebagai Ketua Rama Center, Adam mengaku tidak sedikit tokoh partai politik di Kubar yang bergabung di Rama Center. Salah satu bukti ditunjukkan, adalah sejumlah tokoh yang masuk dalam grup WhatsApp Rama Center. Figur Rama Asia, menurutnya masih menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Kubar. Untuk memperbaiki kondisi yang dinilai sebagian warga Kubar membutuhkan tangan dingin Rama Asia.

“Situasi politik di Kubar sekarang ini, justru menguatkan dukungan bagi Rama Asia. Ditambah pemilih militan yang setiap Pilkada Kubar mencapai 21 ribu lebih. Kita berharap masyarakat ikut mendukung gerakan Rama Center ini, demi Kubar yang lebih baik,” jelas Adam. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here