Hits: 0

Survei Elektabilitas Tinggi dan Dilirik Parpol

Tim Rama Center menyatakan masih solid dan terus mempersiapkan langkah Rama Alexander Asia untuk kembali memimpin Kabupaten Kutai Barat. ARSIP/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Sampai batas waktu ditentukan pada Minggu, 23 Pebruari 2020, Rama Alexander Asia belum mendatangi Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kutai Barat. Kemarin itu adalah batas waktu menyerahkan berkas dukungan berupa salinan KTP yang bagi pasangan bakal calon dari jalur perseorangan atau independen. Sebagaimana ditentukan Peraturan KPU Republik Indonesia tahun 2019 Tentang Tahapan Program Dan Jadwal Penyelenggara Pilkada 2020.
“Ya, hari ini memang kami tidak mendaftar ke KPU Kubar. Artinya, Pak Rama Asia tidak jadi maju lewat jalur independen,” ujar Elvin Eriadam selaku Ketua Tim Bersatu Mewujudkan Harapan Masyarakat Kutai Barat atau Rama Center, kemarin.



Didampingi para pengurus Rama Center lainnya, pria yang akrab disapa Adam ini mengakui banyak masyarakat yang menghubunginya secara langsung maupun lewat telepon. Mempertanyakan apakah Rama Asia jadi ikut bertarung di Pilkada Kubar tahun 2020 ini. Banyak yang menyatakan siap untuk ikut mengantar Rama Asia ke KPU Kubar.
“Atas kajian dan diskusi bersama para tokoh, termasuk sejumlah elit partai politik di provinsi dan pusat, diputuskan tidak jadi maju dari jalur independen. Kita mendapat sinyal baik dari mereka (petinggi parpol), karena hasil survei yang dilakukan, ternyata pak Rama Asia masih unggul dibanding tokoh lainnya,” kata Sekretaris Rama Center, Hertin Armansyah.
Sebelumnya, Rama Asia menegaskan siap menjalankan amanah rakyat Kubar yang memintanya kembali menjadi pemimpin di Tanaa Purai Ngeriman. Dengan Spirit Never Die (Semangat Tak Pernah Padam), ia pun menyandarkan harapan dan berserah kepada kuasa TUHAN. Ia bertekad membenahi Kubar yang sekarang menjadi lebih baik dengan upaya dan kerja keras tanpa pamrih.
Tim Rama Center menjelaskan alasan Rama Alexander Asia belum mendatangi Sekretariat KPU Kubar hingga batas waktu penyerahan berkas dukungan dari jalur perseorangan atau independen. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Saya akan melihat tanda, apakah TUHAN mengizinkan saya ikut mencalonkan nanti. Yakni tersedianya pengusung baik independen atau parpol tanpa syarat yang mengikat. Termasuk terorganisirnya relawan yang militan tanpa pamrih, karena jika menang nanti, saya juga akan bekerja tanpa pamrih untuk masyarakat Kubar,” jelasnya.
Terkait rumor ada perpecahan di tubuh Rama Center, dibantah Rudi Kinteng selaku Bendahara Rama Center. Sampai saat ini, unsur pimpinan Tim Rama Center masih solid. “Kami belum dan tidak akan pernah menyatakan sikap untuk mendukung calon lain. Saya pribadi sejak tahun 2006, 2011, 2015 dan sampai 2020 ini tetap mendukung Pak Rama,” tegasnya.
“Jika sampai tanggal tersebut tidak ada nama Pak Rama di surat suara, baru kita yakin bahwa beliau tidak maju. Dan saya sendiri pasti tidak memilih, sebab kalau masih memilih calon lain berarti bukan militan,” imbuh Rudi Kinteng.



Menurut Wakil Ketua Rama Center, Jaini Imas, tim tetap bekerja memperjuangkan aspirasi yang selama ini disampaikan masyarakat pada pihaknya. Supaya Rama Asia bisa maju di Pilkada Kubar, 23 September ini. “Kami imbau semua militan dan simpatisan Pak Rama supaya tetap kompak dan bersatu padu. Jangan mudah terpengaruh oleh isu yang menyesatkan atau tidak benar,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here