Hits: 1

Diutamakan Menolong Korban Sebelum Melakukan Tugas Peliputan

????????????????????????????????????
UTAMAKAN KORBAN : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Wahyu Widhi Heranata, memberikan pengarahan kepada 50 wartawan media massa se-Kaltim dan Kaltara, pada program Peningkatan Kapasitas Wartawan Dalam Penggulangan Bencana, di Hotel Grand Victoria Samarinda, Selasa (19/5/2015).    HENDRI PHILIP/KabarKubar.com

SAMARINDA – Selama 10 tahun terakhir, Provinsi Kalimantan Timur telah dilanda bencana hingga 346 kali.  Hingga tahun 2014 lalu, Bumi Etam tergolong rawan bencana banjir yang mencapai 155 kali atau 44,8 persen dari angka tersebut. Terkait hal itu, masyarakat diharap tanggap akan bencana. Baik sebelum, saat maupun paska terjadinya bencana.

Menurut Kepala Bidang Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rita Rosita, untuk mereduksi potensi bencana bukan tugas pemerintah maupun kalangan swasta saja. Media massa juga semestinya ikut berperan. “Para awak media memiliki akses luas untuk memberitakan seputar peristiwa bencana,” ujarnya pada acara Peningkatan Kapasitas Wartawan Dalam Penanggulangan Bencana, di Hotel Grand Victoria, Samarinda, Selasa (19/5/2015).

Di acara yang diikuti 50 wartawan dari berbagai berbagai media elektronik, media cetak dan portal berita internet itu, Rita mengingatkan fungsi media massa pada peristiwa bencana. “Kita berharap dapat meningkatkan peran dan pemahaman jurnalis dalam menyikapi bencana. Seperti slogan BNPB yaitu Selalu Hadir di Tengah Rakyat,” kata Rita pada para wartawan se-Kaltim dan Kalimantan Utara yang tergabung dalam Wartawan Peduli Bencana atau Wapena.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kaltim, Wahyu Widhi Heranata menjelaskan, perlu dipahami pentingnya manajemen kebencanaan. Saat bencana, setiap orang termasuk jurnalis setidaknya bisa menyelamatkan diri sendiri sebelum membantu orang lain. “Barulah menyelamatkan orang lain seperti tetangga dan orang lain di sekitarnya,” katanya saat sebelum membuka acara yang akan berlangsung hingga Kamis (21/5/2015) nanti.

Wahyu mengungkapkan, adalah penanggungjawab utama jika terjadi bencana di suatu wilayah adalah kepala daerah setempat. BPBD Provinsi akan berkordinasi dengan BNPB untuk membantu BPBD di kabupaten dan kota yang dilanda bencana. “Penanggungjawab itu (bencana) walikota atau bupati. Tapi semua orang wajib untuk membantu penanganan bencana,” ujarnya.

Selaku Ketua Wapena Kaltim, Amir Hamzah berharap para wartawan dapat melakukan kewajiban jika terjadi bencana di daerahnya. Seraya melaksanakan tugas peliputan, awak media diminta lebih mengutamakan memberi pertolongan bagi para korban bencana yang didatangi. “Lewat acara ini kita bisa tahu bagaimana seharusnya sikap wartawan dalam situasi bencana,” terang pria yang juga Koresponden SCTV dan Indosiar di Kaltim ini.

Dari 50 wartawan yang ikuti program BNPB tersebut, tiga di antaranya adalah Jurnalis KabarKubar.com yang mewakili Kabupaten Kutai Barat.    #Hendri Philip

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here