Hits: 0

Hasil Rapat Lintas Instansi

BARONG TONGKOK – Ada yang berbeda saat takbiran di Kabupaten Kutai Barat nanti. Suasana dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah yang jatuh pada Minggu 25 Juni 2017 ini, akan ada perubahan. Pawai takbiran menggunakan kendaraan bermotor akan memberlakukan aturan baru. Konvoi motor atau roda dua, tidak lagi diperbolehkan.

“Motor tidak boleh lagi ikut dalam rombongan kendaraan atau pawai saat takbiran nanti,” ujar H Eddy Akhmadi, Ketua Panitia Hari Besar Islam Kubar.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Haji Adi ini, larangan tersebut diputuskan dalam rapat lintas intansi dan lembaga, Senin 12 Juni 2017 kemarin. Rapat di Kantor Kementerian Agama Kubar itu dihadiri juga Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Komando Distrik Militer 0912/Kubar dan Kepolisian Resor Kubar. “Bukan cuma roda dua, yang roda enam atau truk juga dilarang. Ini usulan dari PHBI Kubar,” katanya.

Disinggung alasan melarang konvoi motor, Haji Adi menyebut beragam alasan yang juga diamini pihak lain, termasuk Polres Kubar. Terutama resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas saat pawai. Pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, ada saja korban pada pengendara atau pembonceng motor. Karena banyak yang ugal-ugalan, dan ada yang dalam kondisi mabuk minuman keras pada konvoi motor. Bahkan takbiran tahun 2016 lalu, ada 15 korban laka lantas di saat pawai. “Korbannya ada yang harus dirujuk ke rumah sakit di Samarinda karena parah,” ungkapnya.

Terkait pawai takbiran, PHBI Kubar dan lintas instansi atau lembaga juga telah menyepakati rute yang akan dilalui. Tidak berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, akan melintasi Kecamatan Barong Tongkok, Sekolaq Darat dan Melak. Dimulai dari Alun-alun Itho di Kompleks Perkantoran Pemkab Kubar, lalu menuju Tugu Macan Dahan di simpang Kantor DPRD Kubar.

Dari Tugu Macan Dahan menuju Jalan Gajahmada, melintas Markas Kodim dan Polres, hingga perempatan Simpang Raya. Kemudian lurus melewati kawasan Sumbersari dan menuju Sekolaq Darat. Dari sana lanjut ke kawasan Sekolaq Muliaq menuju pertigaan SMA Negeri 1 Sendawar, lalu belok kanan menuju Pelabuhan Melak. Yang berlanjut ke wilayah hilir hingga Muara Siam dan memutar kembali ke hulu melalui Jalan 17 Agustus dan Puncan Karna. Lalu melintasi kembali Jalan Gunung Aji menuju kantor Camat Melak dan terus ke Jalan Poros Melak-Barong Tongkok. “Pawai akan berakhir di Bisnis Center di Jalan Sendawar Raya,” kata Haji Adi yang pernah menjadi Anggota DPRD Kubar periode 2009-2014.    Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here