Peningkatan Kualitas Jalan Menjadi Penentu

Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan, memimpin Rapat Koordinasi Pemanfaatan Peluang Harga Karet di wilayah Kubar, Rabu 6/12/2017 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyarankan pemerintah kampung untuk turut mengatasi persoalan di wilayahnya. Khususnya masalah harga karet yang dikeluhkan masyarakat selama beberapa tahun belakangan. Badan Usaha Milik Kampung atau BUMK, didorong untuk membuka usaha bidang jual dan beli getah karet.

Diakui Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan, peningkatan ekonomi masyarakat tidak lepas dari lancarnya akses antar kampung dan kecamatan. Peningkatan kualitas jalan merupakan hal penting, agar mobilisasi masyarakat lebih lancar. Sehingga transaksi ekonomi, termasuk karet akan lebih baik.

“Petani karet akan didukung oleh dana BUMK, ini bisa dikembangkan di banyak kampung lagi. Dan untuk mendapat hasil yang bagus, jalannya yang harus dipikirkan,” katanya dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Peluang Harga Karet di wilayah Kubar, Rabu 6/12/2017 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar.

Edyanto meminta para pihak dapat bertukar pikiran agar meyakinkan masyarakat soal harga karet yang sangat menguntungkan. “Ada harga lain, kenapa tidak diambil, saya sangat  mendorong  agar dapat memberikan rumusan bagaimana menggerakkan petani karet kita,” ucapnya.

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Kubar, Narai Adrig, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada petani karet (Penores). Dengan mengajari cara mengolah karet. “Respon petani sangat positif, jika barang bermutu maka harga terbukti,” ungkapnya dalam rapat yang dihadiri 22 peserta itu.

Rapat Koordinasi Pemanfaatan Peluang Harga Karet di wilayah Kubar, Rabu 6/12/2017 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar, diikuti 22 peserta dari lintas instansi dan perwakilan petani karet. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

“Pembelian karet banyak yang belum berani memulai. Penyebabnya kurang permodalan, bahan baku, serta akses jalan yang kurang memadai,” kata Domius Doma, salah satu peserta dari masyarakat.

Kepala Bidang pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Lindri menjelaskan, terpenting adalah cara untuk meningkatkan harga getah karet. “PR (pekerjaan rumah) kita adalah bagaimana meningkatkan produksi karet bersih dan cara mengatasinya,” ujarnya.

Diungkapkan Kepala Sub Bagian Produksi Daerah Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten Kubar, harga jual getah karet bervariasi di 16 kecamatan. Misalnya di Kecamatan Mook Manaar Bulatn Rp 4.300 perkilogram. Di Kecamatan Linggang Bigung Rp 5.600, wilayah Kecamatan Jempang Rp 6.000 dan Kecamatan Bongan mencapai Rp 6.500. “Di Tanjung Sari, Bongan, mengunakan dana BUMK, semoga tahun depan sangat optimis,” harapnya. #Lilis Sari


Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here