Hits: 9

Bermuatan 8 Drum Solar dan Tidak Kuat Menanjak Ombak

Suasana di Riam Udang ketika kondisi air sedang surut tampak tenang. Tapi akan sangat berbahaya saat air besar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM
Keganasan Riam Udang di hulu Sungai Mahakam kembali memakan korban jiwa. Sabtu, 2 Mei 2020 sekira pukul 09.30 Wita, sembilan penumpang kapal bermotor berbahan kayu (longboat) tenggelam. Tujuh berhasil selamat, sedangkan dua lagi hingga kini belum ditemukan. Keduanya adalah karyawan perusahaan kayu PT Roda Mas.

Kejadian bermula saat longboat milik PT NGU 1 berangkat dari Log Pond PT Kalimantan Berkah Timber di Kampung Long Bagun Ulu, Kecamatan Long Bagun. Igan Asiong sebagai motoris bermaksud membawa longboat menuju ke Base Camp PT KBT Muara Nyan di Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.



Bermuatan bahan bakar minya jenis solar, oli, dan alat kendaraan bermotor atau Sparepart dan sejumlah karyawan PT Roda Mas sebagai penumpang. Tiba di kawasan Riam Udang di Kampung Batoq Keloq, Kecamatan Long Bagun, longboat berhenti untuk melangsir muatan. Sebab kondisi air sungai di Riam Udang sedang bergejolak besar.

Setelah penumpang dan sebagian muatan telah diturunkan, longboat mencoba untuk melintasi Riam Udang yang tampak seperti gundukan air tinggi. Kapal pun berhasil melewati Riam Udang dengan muatan 10 drum solar dan seorang penumpang. Kemudian membongkar muatan, dan kembali ke hilir untuk mengangkut sembilan penumpang dan delapan drum solar.

Kapolsek Long Bagung, AKP Purwanto, turut melakukan upaya pencarian dua korban yang belum ditemukan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Saat langsir kedua kali, longboat tidak mampu naik. Kemudian mundur dan memutar haluan ke arah hilir untuk mengurangi lagi muatannya. Lalu dua unit mesin longboat berhenti,” ungkap Kepala Polsek Long Bagun, AKP Purwanto pada Senin, 4 Mei 2020.

Jika kondisi air di Riam Udang sedang mengganas, setiap perahu cepat atau speedboat dan longboat, harus menurunkan sebagian muatan serta penumpang. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dibeberkan AKP Purwanto, pembantu motoris pun mencoba menyalakan mesin. Tapi gagal karena ombak besar menghantam haluan. Sehingga air masuk ke dalam longboat dan memenuhi bagian haluan. “Longboat hanyut sejauh 50 meter, kemudian terbalik. Akhirnya muatan dan penumpang tenggelam. Dari sembilan penumpang yang tenggelam, tujuh selamat dan dua orang belum ditemukan,” katanya.

Mereka yang belum ditemukan tersebut adalah Samrin Nuban yang berusia 28 tahun dan Metodius Taena berumur 26 tahun. Kedua pria asal Timor itu tercatat sebagai warga Kampung Batoq Keloq, Kecamatan Long Bagun.



Sementara penumpang yang selamat adalah Jenisius Usnaat, Rojerio Taena, Junesto Leosai, Fajar Beny Pamungkas, Suci Retnowati, Abista Bagus Pratama, dan Mira. Tiga lagi adalah Ingan Asiong selaku Motoris Longboat, Ijam Laing (Helper LongBoat), dan Fajar Kurniawan (Helper Longboat).

Saat ini masih dilaksanakan pencarian oleh sejumlah pihak yang dibantu pekerja di PT NGU 2 di sekitar Tempat Kejadian Perkara tenggelamnya Longboat. “Kami masih melakukan pencarian atas dua korban itu,” imbuh AKP Purwanto. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here