Ribuan Masa TBBR Aksi Damai di Kantor Bupati Barito Utara, Tuntut PT MPG dan Indexim

401 views

Tuntut Plasma dan Tolak Buang Limbah Ke Sungai serta Aktivitas Merambah Hutan di Gunung Piyuyan.

 

TBBR saat menyampaikan orasi dala aksi damai di halaman Kantor Bupati Barito Utara ( Istimewa )

KABARKUBAR.COM – MUARA TEWEH

Dewan Pengurus Daerah Tariu Borneo Bangkule Rajakng atau TBBR Kabupaten Barito Utara mengelar aksi damai di Kantor Bupati Barito Utara, Kamis, 6 Juli 2023. Aksi unjuk rasa damai ini dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yaitu terkait dengan pengerusakan area sakral Gunung Piyuyan dan permasalahan plasma 20 persen yang dijanjikan perusahaan sawit.

Ribuan massa yang tergabung dalam pasukan Tariu Bangkule Rajakng  dari pagi sudah memadati halaman depan Kantor Bupati Barito Utara . Dan sebelum melakukan orasi, ribuan massa ini melakukan ritual adat di halaman Kantor Bupati Barito Utara. Setelah berorasi beberapa orang perwakilan dari pengunjuk rasa dipersilakan masuk ke Ruang Rapat Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara untuk mediasi.

TBBR atau yang juga dikenal dengan pasukan merah menyampaikan tuntutan terhadap dua perusahaan yakni PT. Multipersada Gatramegah atau PT.MPG dan PT.Indexim, meminta perusahaan menyelesaikan persoalan kebun plasma 20 persen untuk masyarakat, selain itu perusahaan diduga telah membuang limbah pabrik sawit ke Sungai Karamuan dan aktivitas perambahan hutan di areal Gunung Sakral Piyuyan.

Koordinator Aksi yang juga merupakan Ketua DPW TBBR Provinsi Kalimantan Tengah, Kimang Damai mengatakan, bahwa yang kita perjuangkan pada hari ini adalah kepentingan masyarakat, kita sangat merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat, kami sebagai ormas TBBR terpanggil untuk membela kepentingan masyarakat.

Sebab Gunung Piyuyan, Gunung Lumut bagi masyarakat adat Dayak adalah sakral selain itu aksi ini memperjuangkan  hak masyarakat terkait janji kebun plasma sebanyak 20 persen yang dijanjikan perusahaan sawit namun hinnga kini belum terealisasi.

“Kami berharap dengan adanya rapat mediasi, Pemerintah Daerah komitmen dengan apa yang telah menjadi kesepakatan kita, dalam hal ini kita juga melihat komitmen mereka. Dan kalau mereka memang tidak menepati dengan perjanjian yang sudah kita buat diberita acara pada waktu rapat, maka kita akan menggelar aksi lanjutan, ” tegas Kimang Damai kepada Kabarkubar.com, Jumat 7 Juli 2023.

Ditambahkannya, kami berharap action pemerintah secepatnya. Karena pada rapat Pemerintah Daerah berjanji secepatnya mungkin akan menyurati pihak perusahaan, kami TBBR diminta untuk memantau namun jika pemda menepati janjinya maka kita berkoordinasi dengan pengurus pusat, baik tingkat DPW, DPD kita lanjutkan aksi merahkan Barito Utara.

“Bagi masyarakat adat Dayak, Gunung Piyuyan, Gunung Lumut adalah hutan adat yang memang sakral dan disitu menjadi situs budaya Dayak dari Nenek moyang turun temurun hingga saat ini. Bagi saudara -saudara kita yang menganut ajaran ( Agama ) kaharingan, dipercaya disinilah tempat roh leluhurnya masih disitu sementara sebelum mereka diambilkan,” jelas Kimang Damai.

Aksi damai TBBR di terima langsung Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra ( Istimewa )

Dalam aksi damai yang digelar di halaman Kantor Bupati Barito Utara dan perwakilan aksi diterima langsung oleh Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra, turut hadir TBBR dari 5 Dewan Pengurus Daerah yakni dari Barito Utara, Murung Raya,  Kapuas, Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Dalam aksi damai tersebut Ketua DPD Barito Utara Mamanto berterima kasih kepada Ketua DPD dan DPW Kutai Barat yang sudah mengirim anggotanya berjumlah 54 orang, hal seperti ini sangat dibutuhkan kita sebagai orang dayak untuk saling mendukung dan membantu sesama kita orang dayak karna satu tersakiti semuanya tersakiti.# Kamelius

 

 

 

Komentar

comments