Hits: 0

Berawal Ngobrol Soal Keluarga

Tersangka SY (34) yang masih Ipar dari Sapri, diamankan di Polsek Damai. GOPAS SIHOMBING/KABARKUBAR.COM

DAMAI – KABARKUBAR.COM
Sapri (34) alias Sikki harus terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar, Jumat 9/3/2018 lalu. Pasalnya, tikaman  pisau di tubuhnya cukup membuat kulit dan dagingnya terluka parah. Tidak tanggung-tanggung, lengan kiri dan ulu hati serta paha kirinya robek kena tikam pisau saudaranya sendiri. Penyebabnya, dipicu obrolan seputar keluarga.

Diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi I Putu Yuni Setiawan, Sapri berasal Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Berawal dari obrolan bersama SY (32) yang masih ipar dari korban. Kejadian sekira jam 7 pagi di Mess Perak Divisi I Perkebunan Sawit PT Kruing Lestari Jaya di Kecamatan Damai.

“Tiba-tiba SY emosi karena tidak terima penjelasan Sapri. Lalu SY turun halaman dari mess yang berupa bangunan kayu itu, dan menantang berkelahi Sapri,” katanya melalui Kepala Kepolisian Sektor Damai, Inspektur Satu Hartono, Minggu 11/3/2018.

Sapri terbaring lemah usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar. GOPAS SIHOMBING/KABARKUBAR.COM

Iptu Hartono membeberkan, saat itu Sapri pun mengikuti SY, dan melemparkan potongan kayu tapi tidak mengenai SY. Dilempar kayu, SY kontan mendatangi Sapri dan mengeluarkan pisau dari dalam kantong jaket dikenakannya. Sapri pun langsung ditikam menggunakan tangan kanan.

Sempat menangkis, Sapri terluka di bagian lengan kiri, ulu hati dan paha bagian kiri. Kejadian itu disaksikan Sanuddin (48) yang adalah rekan SY dan Sapri. Saksi lainnya adalah Nona Ayu (20), yang merupakan ibu rumah tangga.

Karena berlumuran darah, Sapri pun segera dilarikan ke Rumah Sakit oleh penghuni mess perusahaan perkebunan sawit itu. Kemudian, rekan Sapri lainnya melaporkan penganiayaan itu ke Kepolisian Sektor Damai. Laporan itu diterima Polsek Damai dengan Nomor: LP/01/III/2018/KALTIM/Res Kubar/Sektor Damai.

Jika terbukti menganiaya Sapri, SY terancam hukuman penjara selama 5 tahun. Karena melanggar Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. “Kami masih mengembangkan kasus ini dan memeriksa saksi-saksi lainnya. Siapa tahu ada motif lain dari penganiayaan ini,” ungkap Iptu Hartono. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here