Hits: 1

Keluarkan Biaya Pribadi Rp 104 Juta

 

NYUATAN-KABARKUBAR.COM
Penduduk Kampung Lakan Bilem Kecamatan Nyuatan bisa tersenyum lebih lebar. Itu karena karya kreatif dan inovatif seorang pria asal Kampung Pepas Asa Kecamatan Barong Tongkok, Hironimus Stephen. Ia berinovasi memanfaatkan air bersih dan gravitasi untuk menghasilkan energi listrik yang akan disalurkan gratis ke rumah penduduk Bilem.

Hanya dengan kincir air dan paralon, serta sebuah Dinamo penggerak, Stephen membuat peralatan yang mampu menghasilkan listrik tenaga air berkapasitas 30 ribu watt. Pria yang berstatus PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kubar ini mengerjakannya tepat di bawah kaki Gunung S. Dengan peralatan sederhana dan mudah didapat, yakni kincir air yang dimodifikasi menggunakan bahan plat besi menyerupai sebuah alkon penyedot air. Akhirnya bisa memenuhi kebutuhan listrik seluruh warga kampung dan tanpa biaya.



Kreatifitas pria yang akrab disapa Tepen ini terbilang baru dan pertama di Kubar. Berawal dari keprihatinan jaringan listrik PLN yang belum masuk ke perkampungan warga. Ia berinisiatif membuat alat yang menghasilkan listrik. “Karena bagi saya listrik itu cukup penting bagi kebutuhan rumah tangga. Apalagi seperti warga setempat yang memang belm pernah menikmati cahaya listrik dari PLN,” ungkap pria yang saat ini merupakan peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan IV ini.

Tepen hanya berbekal pengetahuan yang didapat Stephen secara otodidak dari menyimak acara di televisi dan juga dari internet. Serta ilmu tentang perapian listrik yang didapatnya dari bertanya dengan kerabatnya, ditambah potensi air di lokasi.

Ia memulai berkreasi di tahun 2011, dengan membuat contoh hanya dengan menggunakan dinamo yang berkapasitas 8.000 watt. Setelah mengikuti Diklat Pim IV, Ia mencoba menciptakan kapasitas yang lebih besar, 30 ribu watt. Akhirnya, Tepen pun berhasil menciptakan dua kicir air yang menghasilkan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan warga.
Dengan alatnya itu, aliran listrik tidak pernah padam. Menyala siang dan malam, tanpa perlu menunggu jaringan listrik masuk dari PLN.

Hirominus Stephen, menunjukkan alat penghasil listrik berkapasitas 30.000 watt yang akan disalurkan gratis ke rumah penduduk Kampung Lakan Bilem Kecamatan Nyuatan. Ia menciptakan mesin tersebut dengan inisiatif dan biaya pribadi senilai Rp 104 juta. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Soal teknik dan kerusakannya, Tepen mengatakan kincir air dan dinamo belum pernah rusak dan diganti. “Paling saya harus mengganti fanbelt (tali kipas). Meskipun musim kemarau dan volume air berkurang, alur listrik tetap stabill dan dinamo pun tidak terbakar,” jelasnya. Tepen mengaku , seluruh kegiatannya itu menjadi sumbangan pribadinya bagi warga setempat. Karena dana senilai Rp 104 juta yang dikeluarkan, adalah uang pribadi.

“Kami sangat berterimakasih atas kebaikan dengan hasil kreasi pak Tepen,” ungkap Petinggi Kampung Lakan Bilem, Yosianus Moja.

Menanggapinya, Pembina Diklat Pim IV dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kaltim, Mutroni Heffy, mengakui sangat bermanfaat untuk masyarakat. Nantinya, jika penilaian dari tim akan masuk, maka Tepen akan diikutsertakan dalam perlombaan di wilayah Kalimantan. “Kalau berhasil akan diperlombakan di lima provinsi Kalimantan,” katanya saat mengunjungi lokasi pembuatan kincir air.

Kunjungan BPSDM Provinsi Kaltim ke lokasi, dihadiri Kabid Pemerintahan dan Kelurahan DPMK Kubar FX Sumardi, Kabid Cipta Karya DPU Kubar Ochan, Petinggi Bilem Yosianus Moja dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Sonny Lee Hutagalung



Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here