Motif, Corak dan Warna Bisa Sesuai Selera Tiap Sekolah

Program Sehari Berbudaya akan diisi kegiatan budaya seperti yang dilakukan murid-murid di SDN 01 Barong Tongkok, Kamis 4/10/2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Akan ada yang menarik pada setiap sekolah di 16 kecamatan se-Kabupaten Kutai Barat tahun 2019 mendatang. Sebab para pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA akan mengenakan pakaian adat berbahan Doyo. Sekali dalam sebulan, seluruh pelajar akan memakai pakaian yang menunjukkan budaya lokal Kubar.

Menurut Kasi Tenaga Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar, Syamsu, hal itu untuk menjalankan amanat dalam Peraturan Bupati Kubar Nomor 13 Tahun 2017. Tentang Penggunaan Pakaian Adat, yang di dalamnya termasuk di sekolah-sekolah. Ia mengaku mengambil tema Sehari Berbudaya, karena Kubar dikenal dengan slogan Kota Beradat.



“Kita sebut Sehari Berbudaya. Di hari itu peserta didik mengenakan pakaian adat motif Doyo di sekolah. Jadi semua sekolah berpakaian adat dalam sebulan hanya sehari saja. Rencananya setiap tanggal 20,” ujar Syamsu kepada KabarKubar, Jumat 5/10/2018.

Sebanyak 24 murid SDN 01 Barong Tongkok mengenakan pakaian adat berbahan Doyo yang menjadi contoh pakaian nantinya dikenakan sekali dalam sebulan di tahun 2019 mendatang. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Tidak hanya itu, Syamsu menjelaskan, bahwa pada hari itu akan ada hal menarik lainnya. “Sehari itu guru tidak perlu beri pelajaran lain, tapi fokus pada kebudayaan. Misalnya mengajari Sulam Tumpar, menganyam rotan jadi anjat atau komoditi lainnya, dan bikin hulu parang. Pokoknya kegiatan adat yang ada di sekolah pada hari itu,” katanya.

Diakuinya, pada tahun 2017 lalu Kubar mendapat Panji Terbaik untuk Pembangunan Karakter Anak di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Namun di tahun 2018 ini turun ke peringkat dua terbaik. Untuk itu, Syamsu berupaya membuat inovasi. Sekaligus menjadi bahan atau materi prakteknya sebagai Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV.



Ditanya soal motif Doyo yang akan dikenakan nantinya, Syamsu mengaku tergantung keinginan sekolah masing-masing. Yang nantinya akan dikordinasikan dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kubar. Sehingga bisa dibuatkan motif atau corak yang dipesan setiap sekolah.

“Jadi tinggal pilih warna dan corak. Tidak harus seragam, yang penting motif Doyo sesuai Perbup tadi. Kalau yang kemarin di SDN 01 Barong Tongkok itu terbatas Hanya 24 siswa yang mendapat pakaian adat. Nantinya semua pelajar akan mengenakannya,” jelasnya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here