Hits: 0

Berharap Jalan Ditinggikan dan Dibuat Drainase

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM
Sepuluh tahun berjuang tidak kunjung berhasil agar lingkungan pemukiman bebas dari masalah banjir. Warga Jalan Belatuk 1 Samarinda pun akhirnya curhat ke Calon Gubernur, Rusmadi Wongso.

Usai sholat Tarawih berjamaah di Masjid Babusalam, Rabu 23/5/2018, satu persatu warga di kawasan yang langganan banjir itu menyampaikan harapan kepada Rusmadi. Agar setelah terpilih menjadi Gubernur Kaltim pada 27 Juni 2018 nanti, bisa merealisasikan. Harapan paling utama adalah agar kawasan pemukiman mereka terbebas dari banjir.

Dalam suasana keakraban, warga berharap kepala daerah Kaltim ke depan memperhatikan nasib korban banjir. “Daerah kami memang rendah dan selalu terkena banjir. Air masuk sampai dalam masjid,” kata salah satu tokoh masyarakat kepada Rusmadi.

Karena pasti terlebih dulu kena banjir di banding kawasan lain, kondisi Jalan Belatuk I sepanjang 150 meter rusak karena tergerus rendaman air ketika hujan turun. Warga berharap Rusmadi-Safaruddin mencarikan solusi untuk menolong mereka. Terutama bisa mengalokasikan anggaran untuk meninggikan jalan dan pembuatan drainase. “Saya berjuang 10 tahun untuk memperbaiki jalan kami ini, tapi akhirnya gagal,” kata warga.

Mendapat keluhan tersebut, Rusmadi menegaskan bahwa persoalan mengatasi banjir merupakan tanggung jawab kepala daerah bersama masyarakat. Dia maju dalam  pemilihan Gubernur Kaltim lantaran dorongan kuat ingin mengabdikan diri, salah satunya dalam penanganan banjir. Dalam 10 program kerja Rusmadi-Safaruddin yang disebut Dasacita, persoalan banjir di Samarinda dan Balikpapan adalah program prioritas pasangan ini untuk penanganannya.

“Selama saya menjabat Kepala Bappeda Kaltim, saya tahu persis soal banjir ini. Kami memprogramkan anggaran untuk penanganan banjir di Samarinda. Tapi, ini terkendala masalah sosial. Ke depan, masalah sosia ini harus selesai dulu. Masyarakat harus mengerti bahwa penanganan banjir harus ada kerja bersama pemerintah dan masyarakat,” ujar Rusmadi.

Menurut Rusmadi, Kota Samarinda sangat banyak memiliki sungai dan anak sungai. Hal ini sebenarnya sangat menguntungkan dan mendukung program penanganan banjir. “Jika di kota lain, daerahnya harus membuat kanal-kanal besar agar tidak banjir. Tapi di Samarinda sudah ada sungai dan anak sungai, dan tinggal drainase yang dibenahi untuk saluran air ketika hujan turun bisa ke sungai,” katanya.

Rusmadi melihat, banjir di Samarinda salah satunya lantaran drainase yang tidak baik. “Kadang saya perhatikan, kalau ada banjir terjadi di Samarinda, tapi sungainya tidak penuh. Berarti ini drainasenya yang harus dibenahi,” katanya. #Acmad Yusuf

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here