2 Luka Tusuk di Dada dan Perut Korban

Rahmadi, saksi mata perkelahian dua pemuda di Gang Pisang, RT 1 Kampung Linggang Bigung, yang berakhir tragis. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Benariko alias Eko, 25 tahun, warga Gang Pisang di RT 1 Kampung Linggang Bigung, Kecamatan Linggang Bigung meninggal dunia pada Minggu, 21 Maret 2021. Pemuda ini diduga tewas akibat luka tusuk benda tajam di tubuhnya. Saksi mata menyebut Eko tewas usai berkelahi dengan seorang pemuda yang masih tetangganya.

“Saat itu saya berusaha melerai dengan melepaskan tangan pelaku yang menjambak rambut korban, sambil memukul. Tapi terlalu kuat, makanya tidak bisa dilepas,” ungkap Rahmadi kepada KabarKubar pada Senin, 22 Maret 2021.

Rahmadi yang mengaku saksi mata kejadian tersebut, menyebut lawan duel Eko adalah SS, berusia 37 tahun yang merupakan tetangga. Aksi duel maut yang berujung tragis itu terjadi tidak jauh dari bundaran tugu Kecamatan Linggang Bigung.

Ia menuturkan, awalnya ia bersama istri pulang dari ladang sekira pukul 18.00 Wita. Saat melihat kedua pemuda terlibat perkelahian, ia menegur. Namun keduanya tidak menggubris. Rahmadi pun mengantarkan istrinya ke rumah yang kebetulan hanya berjarak belasan meter dari tempat kejadian perkara atau TKP.

Tempat Kejadian Perkara kasus perkelahian yang berujung tewasnya seorang pemuda di Kampung Linggang Bigung pada Minggu, 21 Maret 2021. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Saat kembali ke TKP ia pun mencoba melerai dengan melepas pergumulan keduanya. SS sempat menyebut nama Rahmadi sebanyak dua kali, dan mengatakan membawa pisau. Seraya mencabut pisau yang terselip di pinggangnya. “Lihat ada pisau, saya pun mundur,” katanya soal gagal melerai perkelahian itu.

Masih menurut Rahmadi, Eko mengambil sepotong kayu dan memukul lawannya yang mengenai bagian pelipis SS. Melihat SS terjatuh dengan pisau di tangan kanannya, Eko kembali memukul SS.

Namun tidak disangka-sangka, SS yang dalam posisi terjatuh, menusukkan pisau yang dipegangnya dari arah bawah ke tubuh Eko. Hal itu mengakibatkan luka tusukan di bagian dada dan perut Eko. Akibat luka itu, perkelahian pun terhenti.

Setelah membuang pisau ke arah belakang rumahnya, SS lalu pergi dengan menggunakan sepeda motornya. Hingga berita ini diturunkan,keberadaannya tidak diketahui. “Korban sambil mengusap lukanya, lalu pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari TKP,” bebernya.

Melihat hal itu, Rahmadi segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan Kepala Kampung Linggang Bigung. Saat polisi datang, Eko ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di rumahnya. “Saya juga tidak tahu apa penyebab mereka berkelahi,” ujarnya.



Sekira pukul 20.30 wita, Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat pun datang untuk melakukan olah TKP. Korban pun dibawa ke RSUD Harapan Insan Sendawar untuk dilakukan Visum Et Revertum. Sejumlah saksi diminta untuk memberi keterangan di Mako Polres Kutai Barat.

Kasus perkelahian yang menyebabkan korban meninggal dunia ini, terjadi di wilayah hukum Kepolisian Sektor Barong Tongkok. Namun saat ini penanganan perkara ini telah dilimpahkan ke Polres Kutai Barat.

“Kita sangat serius menangani  kasus ini, apalagi ada korban meninggal. Segera akan kita ungkap,” jelas Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo kepada KabarKubar. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here