Hits: 27

Mau Menyerahkan Diri Atas Saran Ketua Karang Taruna Kampung Linggang Bigung

Kepala Kampung Linggang Bigung, Bastianus. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Setelah empat hari melarikan diri dan bersembunyi di dalam hutan, SS alias U akhirnya menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Resor Kutai Barat. Pada Kamis, 24 Maret 2021, pria berusia 37 tahun itu diantar sejumlah keluarganya dan Kepala Kampung atau Petinggi Linggang Bigung, Bastianus. SS kabur usai perkelahian yang mengakibatkan Binariko alias Eko, 25 tahun.

“Ya, sudah menyerahkan diri dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Polres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo kepada KabarKubar melalui pesan singkat pada Kamis, 25 Maret 2021.

Menurut Bastianus, dalam persembunyiannya pelaku membaca pesan singkat Fredy yang adalah Ketua Karang Taruna Kampung Linggang Bigung, Kecamatan Linggang Bigung. Fredy menyarankan agar SS menyerahkan diri.

Diakuinya, proses komunikasi melalui pesan singkat atau short message service dengan SS tergolong a lot. Karena SS dalam kondisi panik dan labil. Sehingga kadang-kadang menyebut mau menyerahkan diri, lalu tidak jadi, dan terkadang mau bunuh diri.

SS berusia 37 tahun (pakai masker warna biru), menyerahkan diri ke Polres Kubar dengan didampingi keluarga, pengurus kampung, dan lembaga adat. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

“Kita bersyukur, pertimbangan terakhir yang diambil adalah menyerahkan diri. Tapi minta didampingi oleh aparat kampung,” ungkap Bastianus.

Dijelaskan Bastianus, setelah SS sepakat untuk menyerahkan diri, ia dan keluarga SS segera menghubungi pihak kepolisian. Sesuai aturan yang berlaku, pihak kepolisian turut dalam penjemputan tersebut. Berbekal komunikasi lewat SMS tersebut, tersangka dijemput di persembunyiannya.

Setelah dijemput, sekira pukul 13.00 Wita, aparat kampung, staf lembaga adat, karang taruna, dan didampingi pihak kepolisian menyerahkan SS ke Polres Kubar.

Ditanya persembunyian SS, diakui jauh di dalam hutan atau ladang yang masuk dalam wilayah Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok yang tidak bisa dilalui kendaraan. “Akses satu-satunya hanya jalan kaki,” kata Bastianus, seraya berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang. Sebab terduga pelaku sudah diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Terkait penyerahan diri itu, pihak keluarga SS bisa merasa lebih tenang dan tidak panik. Serta menepis kekhawatiran jika SS melakukan hal di luar kendali, seperti bunuh diri.

SS yang masih merupakan tetangga korban di Gang Pisang RT 1 Kampung Linggang Bigung itu sebelumnya tidak diketahui keberadaannya dan tidak bisa dihubungi. Namun upaya pencarian terus dilakukan berbagai. Tidak hanya aparat kepolisian, dan pemerintahan kampung, keluarga SS pun intens menghubungi via SMS. Berharap SS membuka pesan dan bersedia menyerahkan diri.

Sempat Dilerai Tetangganya Saat Duel, Seorang Pemuda Tewas Disabet Senjata Tajam

Sebelumnya KabarKubar memberitakan, Benariko alias Eko, 25 tahun, meninggal dunia pada Minggu, 21 Maret 2021. Pemuda ini diduga tewas akibat luka tusuk benda tajam di tubuhnya. Saksi mata menyebut Eko tewas usai berkelahi dengan seorang pemuda yang masih tetangganya.

“Saat itu saya berusaha melerai dengan melepaskan tangan pelaku yang menjambak rambut korban, sambil memukul. Tapi terlalu kuat, makanya tidak bisa dilepas,” ungkap Rahmadi kepada KabarKubar pada Senin, 22 Maret 2021.

Rahmadi yang mengaku saksi mata kejadian tersebut, menyebut lawan duel Eko adalah SS, berusia 37 tahun yang merupakan tetangga. Aksi duel maut yang berujung tragis itu terjadi tidak jauh dari bundaran tugu Kecamatan Linggang Bigung.

Ia menuturkan, awalnya ia bersama istri pulang dari ladang sekira pukul 18.00 Wita. Saat melihat kedua pemuda terlibat perkelahian, ia menegur. Namun keduanya tidak menggubris. Rahmadi pun mengantarkan istrinya ke rumah yang kebetulan hanya berjarak belasan meter dari tempat kejadian perkara atau TKP.

Saat kembali ke TKP ia pun mencoba melerai dengan melepas pergumulan keduanya. SS sempat menyebut nama Rahmadi sebanyak dua kali, dan mengatakan membawa pisau. Seraya mencabut pisau yang terselip di pinggangnya. “Lihat ada pisau, saya pun mundur,” katanya soal gagal melerai perkelahian itu.

Masih menurut Rahmadi, Eko mengambil sepotong kayu dan memukul lawannya yang mengenai bagian pelipis SS. Melihat SS terjatuh dengan pisau di tangan kanannya, Eko kembali memukul SS.



Namun tidak disangka-sangka, SS yang dalam posisi terjatuh, menusukkan pisau yang dipegangnya dari arah bawah ke tubuh Eko. Hal itu mengakibatkan luka tusukan di bagian dada dan perut Eko. Akibat luka itu, perkelahian pun terhenti.

Setelah membuang pisau ke arah belakang rumahnya, SS lalu pergi dengan menggunakan sepeda motornya. Hingga berita ini diturunkan,keberadaannya tidak diketahui. “Korban sambil mengusap lukanya, lalu pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari TKP,” bebernya.

Melihat hal itu, Rahmadi segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan Kepala Kampung Linggang Bigung. Saat polisi datang, Eko ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di rumahnya. “Saya juga tidak tahu apa penyebab mereka berkelahi,” ujarnya. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here